Man Donny Salon, Tempat Cukur Rambut Para Pemimpin

Man Donny Salon, Tempat Cukur Rambut Para Pemimpin

Mataram (Suara NTB) – Donny, pemilik Man Donny Salon tampak bergembira ketika dikunjungi oleh Calon Wakil Walikota Badruttamam Ahda, LC di tempatnya di Karang Baru pada Senin, 19 Oktober 2020. Salon yang berdiri sejak 2010 itu menyimpan sejarah yang unik. Pasalnya, Man Donny Salon tercatat telah memiliki banyak pelanggan yang merupakan tokoh terkenal.

Ketika diwawancarai bagaimana asal muasal fenomena ini terjadi, Donny menjelaskan, bahwa Man Donny Salon bisa mendapatkan pelanggan seperti para pemimpin kota adalah berkat bantuan seorang teman.

Iklan

“Dulu saya punya seorang teman yang baru saja pulang bercukur di salon saya. Kemudian setelah itu dia bertemu dengan Pak Wali (Walikota Ahyar Abduh). Nah, Pak Wali tertarik dengan gaya rambut teman saya ini. Katanya menarik. Akhirnya Pak Wali meminta teman saya untuk mengundang saya mencukur rambut Pak Wali, begitulah awal mulanya,” kata Donny bercerita.

Sementara itu, Badruttamam Ahda yang memilih Man Donny Salon menjadi tempat mencukur rambut, mengaku mengetahui salon tersebut melalui ayahanda Ahyar Abduh. Ahda bercerita, sewaktu dulu, ayahnya sering mengajaknya ke tempat Man Donny Salon untuk sekadar menemani beliau bercukur atau bahkan ikut bercukur.

“Awalnya saya hanya menemani Abah bercukur rambut. Kami datang berdua kemari. Kemudian saya juga tertarik. Sampai hari ini Man Donny Salon masih menjadi langganan kami sekeluarga,” ungkapnya.

Dalam pertemuannya dengan Calon Wakil Walikota nomor urut tiga itu, Donny juga mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di kalangan anak muda ketika berusaha merintis usaha. Ia menitip pesan, bila Ustadz Ahda nanti naik menjadi Wakil Walikota Mataram, anak-anak muda yang sedang merintis usaha bisa mendapatkan dukungan lebih.

“Banyak anak muda sekarang yang merintis usaha mereka masing-masing. Mereka ini perlu mendapatkan dukungan lebih. Nanti kalau Ustadz Ahda naik menjadi Wakil Walikota, semoga saja mereka bisa tambah semangat. Melihat pemimpinnya juga berjiwa Muda seperti mereka,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Ustadz Ahda memaparkan bahwa ke depannya usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya anak Muda pasti akan mendapatkan dukungan.

Hal itu berkaitan dengan program Pro-Kes. Di dalam Pro-Kes, masyarakat yang sedang membangun atau merintis usaha akan diberikan modal bantuan tanpa bunga atau jaminan. Sehingga ini akan memudahkan para pengusaha kecil-menengah dalam proses produksi dan lain-lain.

Khususnya untuk anak muda, Ustadz Kairo tersebut juga mengungkapkan, bahwa nantinya anak muda yang memiliki semnagat-semangat kreatif dan menggunakan kreativitas mereka menjadi sumber pendapatan ekonomi akan diwadahi aktivitasnya di tempat yang bernama Creative Hub.

“Mereka yang membangun atau sedang merintis usaha pasti nanti akan mendapat bantuan modal tanpa jaminan dan bunga melalui Pro-Kes. Sementara anak muda yang memiliki minat dalam kesenian dan banyak beraktivitas dalam dunia kreatif, akan kita wadahi eksistensi mereka di tempat yang bernama Creative Hub. Tempat para pelaku kreatif berkumpul dan berkegiatan. Kalau sudah begitu nantinya, iklim kreatif di Kota Mataram dapat hidup dengan baik dan pembangunan ekonomi bisa dilakukan dengan lebih cepat,” jelas alumnus Al-Azhar Kairo-Mesir itu. (tim)