Bemo Kuning akan Jadi Angkutan Pelajar

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan Kota Mataram akan melakukan uji coba pemanfaatan bemo kuning menjadi angkutan pelajar. Uji coba dimulai saat libur sekolah. Rute layanan tergantung dari kebutuhan pelajar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menjelaskan, angkutan bemo kuning ibarat mati suri. Pasalnya, angkutan kota ini tetap berjalan, tetapi sepi peminat. Pihaknya mencoba memberdayakan bemo kuning sebagai angkutan pelajar.

Uji coba akan dimulai di dua sekolah yakni, SMPN 7 Mataram di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagutan dan SMPN 12 Cakranegara di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Selagalas. “Uji cobanya menunggu libur sekolah,” terang Zulkarwin.

Pemanfaatan angkutan kota ini sifatnya beli layanan. Artinya, sopir angkutan kota hanya melayani siswa-siswi saat jam pulang sekolah, sehingga mereka bisa mencari penumpang sebelum mengangkut pelajar ke alamat tujuan.

Mantan Camat Cakranegara ini menambahkan, rute yang dilayani angkutan pelajar belum diputuskan. Sebelum pelaksanaan, pihaknya akan memberikan kuesioner kepada siswa-siswi di SMPN 7 Mataram dan SMPN 12 Cakranegara. Dari survey ini akan diketahui lokasi penjemputan atau pengantaran yang dibutuhkan. “Belum kita tentukan rutenya. Nanti rute itu tergantung dari hasil survey yang diisi oleh siswa,” terangnya.

Bemo kuning yang melayani pelajar tidak sembarangan. Angkutan kota ini harus memenuhi syarat terutama kelengkapan dasar seperti rem, lampu, klakson, lampu rem, dan lain sebagainya. Hal ini untuk memastikan siswa merasa nyaman dan aman selama menikmati moda transportasi tersebut.

Oleh karena itu, petugas dari UPT Pengecekan Kendaraan akan mengecek kondisi bemo kuning sebelum ditunjuk sebagai mitra layanan. Zulkarwin menegaskan, pilot projet ini diharapkan berhasil sehingga membantu eksistensi dari angkutan kota dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk antar-jemput anak ke sekolah. “Syarat paling utama adalah siswa-siswi merasa nyaman dan aman selama menikmati layanan,” ucapnya.

Untuk titik jemput atau pengantaran siswa-siswi akan ditentukan dari hasil survei tersebut. Zulkarwin berharap pelajar di Kota Mataram, mau menggunakan moda transportasi kota tersebut sebagai alternatif angkutan sekolah. (cem)