Forum Wartawan Lobar Bantu Korban Angin Puting Beliung dan Banjir

0

Giri Menang (Suara NTB) – Awal tahun ini, sejumlah bencana silih berganti melanda daerah Lombok Barat (Lobar). Mulai dari banjir bandang di Sekotong, angin puting beliung di Lembar dan longsor melanda daerah Senggigi Batulayar. Belasan ribu jiwa dikabarkan terdampak bencana. Banyak pihak bergerak membantu warga terdampak bencana. Salah satunya dilakukan Forum Wartawan (Forta) Lobar.

Para awak media, tidak saja getol memberitakan soal bencana di daerah ini, tetapi juga memberikan sumbangsih berupa bantuan kepada korban bencana. Pada Sabtu, 6 Februari 2021 lalu, Forum Wartawan Lobar turun menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang terdampak bencana. Pertama, Forta menyerahkan bantuan kepada korban angin puting beliung di Lembar. Di sela-sela menyerahkan bantuan, awak media juga meliput kondisi dampak angin puting yang menerjang dua dusun di Desa Labuan Tereng yakni Dusun Gerepek dan Embung Kolah.

Dari pengakuan masing-masing kepala dusun, di Dusun Gerepek terdapat sekitar 78 KK terdampak dengan 4 KK mengalami kerusakan ringan di rumahnya dan enam KK mengalami rusak berat. Sedangkan di Embung kolah, 90 KK terdampak, 15 rumah yang rusak dengan empat rumah rusak berat. Saat ini 10 KK yang rumahnya rusak berat di dua dusun ini masih mengungsi di rumah keluarga terdekat.

Setelah menyerahkan bantuan di daerah terdampak angin puting beliung, Forta selanjutnya menyerahkan bantuan ke beberapa dusun yang terdampak dan belum banyak disentuh di daerah Sekotong. Salah satunya di Dusun Tanjung Batu, terdapat 37 KK yang rumahnya nyaris tergerus akibat banjir dan abrasi di dusun ini. Dari 37 KK ini, banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak warga yang bermukim di dekat lokasi wisata mangrove itu, tinggal di rumah kumuh.

Ahmad Baharudin, Kepala Dusun setempat, menuturkan saat ini warga sangat butuh penanganan darurat karena pemukiman warga terancam tergerus abrasi dan erosi. “Warga saat ini butuh penanganan darurat segera, karena kalau hujan lagi pasti pemukiman warga tergerus,” terang dia.

Dengan adanya bantuan dari para wartawan Lobar, menurut dia akan meringankan beban warga setempat. Karena saat ini warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan belum berani melaut akibat kondisi cuaca buruk. Kondisi ini semakin memberatkan warga, karena warga banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sementara itu, Ketua Forta Lobar, Heru mengatakan, selain terus memberitakan soal bencana dan penanganan dampaknya, awak media juga berupaya memberikan sumbangsih berupa bantuan kepada warga terdampak. Paket bantuan yang diberikan berupa sembako, terdiri dari beras, telur, dan mi instan serta bantuan uang kepada anak yatim.

“Alhamdulillah, sumbangsih tak seberapa dari teman-teman forum wartawan Lombok Barat (FORTA Lobar). Semoga bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana angin puting beliung dan banjir di Sekotong dan Lembar. Terima kasih rekan-rekan wartawan, terima kasih para donatur dan para pihak yang turut membantu,” kata wartawan surat kabar lokal, asal Sekotong ini.

Ia menambahkan, penggalangan bantuan ini akan terus dilakukan oleh awak media. Zakir, salah satu wartawan televisi yang turut serta membagikan bantuan mengatakan bahwa bantuan ini merupakan insiatif dari para wartawan Lobar yang tergabung di Forta. Para wartawan melakukan urunan dana. Selain itu Forta melakukan penghimpunan donasi dari para donatur, kemudian disalurkan ke korban bencana. (her)