Tangani Masalah Kesehatan Jangan Seperti Pemadam Kebakaran

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan penanganan masalah-masalah kesehatan jangan seperti pemadam kebakaran. Sejumlah masalah kesehatan yang ada di NTB harus dicari penyebabnya dari hulu.

‘’Jangan hanya kita berpikir bagaimana seperti memadamkan api kebakaran. Apinya mati tetapi kita tidak tahu sebab timbulnya api itu apa. Atau tidak begitu care dengan penyebabnya,’’ kata Wagub saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) NTB di Mataram, Rabu, 13 Maret 2019.

Iklan

Ia meminta Rakerkesda tersebut punya target yang besar. Targetnya harus benar-benar dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan kesehatan di NTB.

Wagub mengatakan, apabila dilihat secara grafik, pembangunan kesehatan di NTB semakin membaik. Dimana fasilitas kesehatan sudah luar biasa. Begitu juga dengan alat-alat kesehatan, sumber daya manusia dan lainnya sudah ada peningkatan.

Namun, berbicara masalah kesehatan, pekerjaan rumah (PR) terbesar di NTB adalah pola hidup masyarakat. Bukan berarti, kata Wagub, pola hidup masyarakat NTB buruk.

‘’Tetapi kita harus berani jujur, bahwa memang masih banyak PR yang harus diselesaikan,’’ katanya.

Dikatakan, sudah ada program pola hidup bersih dan sehat. Selain itu ada juga program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang merupakan program bagus dan sudah cukup lama.

Menurut Wagub, hal yang menjadi PR, bagaimana program-program yang bagus dan sudah lama itu benar-benar terimplementasi sampai ke masyarakat. ‘’Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah kesehatan ini berpikirnya dari hulu,’’ ujarnya.

Sehingga, Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertekad melakukan revitalisasi Posyandu. Bagaimana ke depan Posyandu keluarga bisa terimplementasikan di seluruh Posyandu yang ada di tiap dusun di NTB.

Bisa dibayangkan, kata Wagub, jika  kegiatan Posyandu di setiap dusun aktif setiap bulan. Posyandu dilengkapi fasilitas yang  lengkap, memiliki kader terlatih. Honor kader dipastikan ada tiap bulan serta  makanan tambahan ada tiap bulan untuk peningkatan gizi balita.

Kemudian di Posyandu juga ada  penyuluhan-penuluhan kepada masyarakat sesuai masalah domestik di dusun tersebut. Memberikan penyuluhan hidup bersih dan sehat. Bahwa hidup sehat bukan keinginan pemerintah. Tetapi benar-benar pola hidup bersih dan  sehat adalah kebutuhan atau  harta yang berharga.

‘’Kita mau ke depan grafiknya masalah kesehatan  semakin baik, semakin baik. PR kita untuk penyakit tidak menular juga besar. Seperti hipertensi, diabetes, itu kan dari pola hidup,’’ katanya.

Untuk itu, Wagub mengatakan penyelesaian masalah kesehatan di NTB harus dipikirkan dimulai dari hulu. Salah satunya melalui revitalisasi Posyandu.

‘’Supaya bisa diproteksi, preventif tindakannya. Karena dusun skupnya kecil. Program sudah banyak, perlu integrasi saja. Untuk honor kader, makanan tambahan sudah siap. Tinggal bagaimana integrasi semua program,’’ tandasnya. (nas)