Dompu Contoh Baik Pengembangan Posyandu

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan Kabupaten Dompu menjadi daerah terdepan di NTB untuk pengembangan Posyandu keluarga. Bahkan Posyandu Keluarga As’sunan di Desa Doro Kobo, Kecamatan Kempo, Dompu sudah berjalan dengan baik dan mampu mengelola bank sampah sehingga sampah dapat mendatangkan berkah bagi masyarakatnya.

Karena itu, pada tahun 2020 nanti seluruh  Posyandu di Kabupaten Dompu akan dikembangkan menjadi Posyandu Keluarga. ‘’Dan seluruh kabupaten/kota di NTB dapat mengambil contoh baik dari Kabupaten Dompu,’’ ujar Wagub didampingi Wakil Bupati Dompu,  Arifuddin, SH saat menggelar silaturahmi dengan para Camat dan  Kepala Desa bersama para pendamping desa serta jajaran Dinas Kesehatan se-Kabupaten Dompu di Pendopo Bupati Dompu, Rabu, 21 Agustus 2019.

Ditegaskan Wagub bahwa kehadirannya di Kabupten Dompu didampingi para kepala instansi terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan, BPMPD, Diskominfotik, Dinas LHK dan Asisten III Setda NTB adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berjuang bersama untuk sesuatu yang positif. Yakni bagaimana mewujudkan visi NTB Gemilang ke depan. Salah satunya melalui program unggulan NTB Sehat Sejahtera yaitu revitalisasi Posyandu, di mana desa menjadi pioner dan ujung tombaknya.

Baca juga:  Sukseskan Program Kesehatan Nasional dengan Revitalisasi Posyandu

Ke depan, melalui program revitalisasi Posyandu,

maka Posyandu Keluarga menjadi tempat yang lengkap untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat.  ‘’Setiap bulan di setiap dusun minimal ada 1 Posyandu keluarga di setiap dusun,’’ katanya.

Demikian juga untuk mengatasi kemiskinan, Wagub para kepala desa agar melakukan pendataan penduduk penerima Raskin secara teliti. Karena penerimaan Raskin, menurut Wagub berhubungan dengan jumlah penduduk miskin. ‘’Kalau datanya tidak valid, maka bisa menjadi masalah dan bantuan menjadi salah sasaran, sehingga harus diperbaiki,’’ ujarnya.

Baca juga:  Posyandu Keluarga Terintegrasi Bank Sampah Jadi Solusi Masalah Desa

Tanggung jawab atau ujung tombak pendataan dan  pembangunan kesejahteraan keluarga ada di desa. Alokasi dana desa dari tahun ke tahun terus ditambah. Dan dana itu harus dimanfaatkan untuk orientasi pada pembangunan SDM.

Wagub juga mengingatkan masyarakat Dompu agar menjaga kelestarian hutan dan kebersihan lingkungan.

‘’Hutan tidak boleh ditebang sembarangan, dan juga hutan tidak boleh dibakar,’’ tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan banyak terjadi karena buang putung rokok sembarangan. Karena itu,dihimbau kepada masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Sebab kalau tidak seimbang maka alam akan terus mencari keseimbangannya sendiri sehingga bisa terjadi longsor atau bencana lainnya. “Maka mari kita sejahterakan masyarakat dan lestarikan lingkungan,’’  ajak Wagub Umi Rohmi. (r)