Zona Merah di Mataram Tersisa Dua Lingkungan

Warga di lingkungan Karang Siluman Utara memasang plang sebagai penanda atau informasi perkembangan kasus Covid-19 di lingkungan. Selain sebagai informasi, juga masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Upaya penanganan pandemi coronavirus disease atau Covid-19 di Kota Mataram cukup efektif. Hasilnya tersisa dua lingkungan kategori zona merah. Namun masyarakat diminta tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Dua lingkungan zona merah yakni Lingkungan Asahan Kelurahan Tanjung Karang dan Karang Pule.

Iklan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menjelaskan, berbagai ikhtiar dilakukan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Di antaranya testing, tracing dan threatment. Selain itu, juga digencarkan vaksinasi bekerjasama dengan TNI dan Polri.

Kerja keras itu diakui, memberikan dampak positif. Hasilnya tersisa dua lingkungan di Kota Mataram kategori zona merah. Kategori zona merah dengan lima jumlah kasus positif. “Alhamdulillah, sekarang tersisa dua lingkungan saja yang zona merah,” kata Walikota, Kamis, 26 Agustus 2021.

Selain pencegahan serta penanganan, pihaknya juga membuat plang kondisi kasus Covid-19 di lingkungan. Plang itu sebagai penanda sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran virus corona. “Masyarakat mengetahui sendiri kondisi wilayahnya. Apakah masuk kriteria hijau, kuning, orange atau merah,” katanya.

Pemasangan tanda peta zona Covid-19 di lingkungan cukup efektif. Pasalnya, masyarakat yang berasal dari luar lebih preventif. Walikota menambahkan, perubahan kondisi lingkungan akan dievalusi setiap sepekan. Kepala lingkungan memiliki tanggungjawab langsung terhadap pengawasan mobilitas dan lain sebagainya.

Apakah dengan penurunan jumlah kasus di lingkungan Mataram bisa turun level? Mohan mengaku optimis Mataram bisa turun menjadi level 2. Sikap optimis ini diukur dari penurunan kasus setiap harinya. Jumlah kamar di rumah sakit maupun rumah sakit darurat turun drastis. “Saya optimis kita bisa turun di level 2,” jawabnya.

Adapun empat warga yang meninggal sesuai rilis pada Kamis, 25 Agustus 2021, dikatakan rata – rata memiliki penyakit penyerta. Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. Dengan harapan pandemi Covid-19 bisa dikendalikan karena bisa berdampak positif bagi psikologi masyarakat. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional