Zohri Incar Tiket Olimpiade

Lalu Muhammad Zohri. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Atlet atletik NTB, Lalu Muhammad Zohri masih memiliki ambisi yang tinggi mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan atletik level internasional. Juara dunia lari 100 meter junior ini ingin kembali fokus mengikuti Olimpiade Paris 2021.

Diwawancara Suara NTB,  di sela-sela menghafiri acara pemberian bonus atlet di Gedung Graha Bakti Pradja Gubernur NTB di Mataram, Kamis, 28 Oktober 2021, atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini mengatakan tidak ingin setengah-setengah  mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Paris 2021. Targetnya adalah mempertajam waktu hingga mencapai limit waktu di bawah 10 detik, yakni sembilan detik lebih.

Iklan

“Tahun depan  saya harus bisa lari diangka di bawah sepuluh detik. Karena fokus target saya pribadi Olimpiade,” ucap Lalu Muhammad Zohri yang saat itu didampingi mantan Kepala Dispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin.

Catatan waktu terbaik Zohri saat ini adalah 10.03 detik saat meraih medali perunggu pada event Seri  Golden Grand Prix Osaka 2019. Untuk mempertajam limit waktunya, Zohri belum ada rencana latihan ke luar negeri. Saat ini program latihannya masih fokus di Jakarta.

Untuk diketahui, Zohri hadir di acara  penyerahan bonus untuk menerima bonus atas keberhasilannya meriah dua emas dan satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021. Besar bonus yang diterima Zohri pada saat itu Rp600 juta  lebih. Pasalnya, dia meraih dua emas dengan satu emas sebesar Rp300 juta. Ditambah bonus medali perunggu yang diraihnya di nomor tim estafet 4X100 meter. Informasinya, bonus peraih medali emas kategori tim kurang dari  Rp100 juta. Selain menerima bonus dari Pemprov NTB, sebelumnya Zohri  telah menerima bonus dari Pemda KLU sebesar Rp50 juta.

Di tempat yang sama, Hj. Husnanidiaty Nurdin mengatakan optimis, Lalu Muhammad Zohri bisa mempertajam limit waktunya, asalkan Zohri tetap menjalankan program latihan-latihan terukur di tingkat nasional dan didukung  penuh oleh daerah dalam menunjang kegiatan latihan. “Tentunya harus tetap fokus menjalani latihan di nasional. Dan daerah harus mendorong supaya di nasional tidak setengah-setengah melakukan pembinaan,” harapnya. (fan)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional