Zohri dan Sudirman Dinobatkan sebagai Pemuda Motivator

PENGHARGAAN - Bupati KLU H. Najmul Akhyar memberikan penghargaan pada Lalu Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi sebagai Pemuda Motivator. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Prestasi mentereng yang diukir dua atlet pelatnas asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), L. Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi, membuat bangga seluruh masyarakat khususnya di KLU. Atas prestasi itu, Pemda KLU menobatkan kedua pemuda asal Desa Pemenang Barat dan Desa Malaka – Kecamatan Pemenang itu, sebagai Pemuda Motivator.

Penghargaan diberikan kepada keduanya di salah satu acara SabTu, 15 D3sember 2018 malam lalu, di Pemenang. Kedua atlet yang baru saja menyumbang medali emas untuk KLU di ajang Porprov 2018 itu, berkesempatan hadir dan menyapa warga Lombok Utara.

Iklan

Perihal penghargaan kepada kedua pemuda kebanggan daerah itu, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Senin, 17 Desember 2018  menyebut, Zohri dan Sudirman adalah dua figur yang bisa menyemangati generasi berikutnya.  Sebelum keduanya, belum pernah ada figur atlet lari asal Lombok Utara yang mendukang prestasi. Bahkan seorang  Zohri, di waktu yang relatif singkat telah menggegerkan dunia dengan kemampuan larinya mengalahkan pelari unggulan asal Amerika di kejuaraan di Finlandia beberapa bulan lalu.

“Keberadaan sang juara, Sudirman Hadi dan Lalu Muhammad Zohri, membuatnya dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi diketahui masyarakat dunia,” sebut Najmul bangga.

Ia tak memungkiri, sebelum KLU lebih dikenal, dikunjungi dan dibantu secara massif akibat dampak gempa, kedua pemuda itu telah mempromosikan nama daerah. Sehingga wajar bagi Pemda KLU dan masyarakatnya, memberi apresiasi besar untuk Zohri dan Sudirman.

Latar belakang keduanya, layak menjadi panutan bagi generasi muda berikutnya. Zohri lahir dan dibesarkan di tengah keluarga sederhana. Bahkan sebelum menyandang gelar Juara dunia, Zohri sendiri berstatus anak yatim piatu.

Upaya perorangan masyarakat KLU dalam mendulang prestasi juga menjadi satu lecutan motivasi bagi pemerintah daerah. Dalam hal pelayanan publik, Pemda terus membangkitkan semangat OPD untuk bekerja maksimal. Salah satunya, penerbitan Akta Kelahiran dalam 1×24 jam usai melahirkan.

“Kita tidak pernah menyangka, di penghujung tahun Pemda Lombok Utara memperoleh tiga penghargaan berskala nasional yang diserahkan menteri. Di antaranya, kategori kabupaten dengan tingkat kepatuhan tinggi dalam pelayanan publik, dan penghargaan yang diterima bersama 62 kabupaten/kota, dari 419 kabupaten/kota di Indonesia,” jelasnya.

Najmul menegaskan, penghargaan itu tidak hadir begitu saja. Melainkan diperoleh dengan kerja keras dan kinerja lapangan.  Meski di beberapa OPD masih ada indikasi  OPD berkinerja kurang memuaskan, ia mendorong untuk dimaksimalkan. Ia menginginkan,  seluruh OPD melayani dengan semangat yang  sama.

“Kita beranjak dari zona paling rendah (zona merah) kita langsung ke zona hijau, dan mendapat apresiasi dari Ombudsman RI. Penilaian itu bukan kita yang bikin, tapi mereka yang nilai,” tegasnya.

Sebagai motivasi berikutnya, Najmul mengungkap penghargaan yang diberikan Pemerintah Australia. Melalui Kedubes Australia, memberi apresiasi kepada Pemda KLU berupa penghargaan sebagai satu dari 12  kabupaten yang memiliki contoh baik dalam pemerintahan. Lainnya penghargaan menjadi daerah paling tinggi capaian dalam penurunan angka stunting di Indonesia. “Untuk itu, mari kita bersyukur, Lombok Utara Bangkit, Lombok Utara Bangun Kembali,” tandasnya menyemangati. (ari)