Ziarah Makam Dibatasi

Lalu Mukhsan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ziarah makam jadi tradisi tiap tahun usai shalat Idul Fitri maupun Idul Adha. Di tengah wabah Coronavirus Disease atau Covid-19, ziarah makam akan dibatasi. Peziarah diwajibkan memperhatikan protokol pencegahan penularan virus.

Camat Selaparang, Lalu Mukhsan dikonfirmasi, Selasa, 19 Mei 2020 menyampaikan, kebijakan Pemkot Mataram akan menutup lokasi ziarah makam bagi masyarakat dari luar daerah. Setiap pintu masuk dijaga ketat oleh aparat kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Tim terpadu akan merekayasa lalu lintas, sehingga tidak ada kendaraan masuk ke dalam kota.

Iklan

“Misalnya yang dari Meninting akan diarahkan ke Sesela terus ke Gunungsari dan Rembiga. Kendaraan tidak boleh masuk ke dalam kota,” papar Mukhsan.

Pengalihan arus kendaraan mengantisipasi agar pengunjung tidak melakukan ziarah ke makam maupun objek wisata di Kota Mataram. Khusus bagi warga berziarah makam juga dibatasi. Artinya, sebisa mungkin menghindari kerumunan serta mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

“Peziarah harus tetap pakai masker dan rajin cuci tangan,” ujarnya.

Mobilitas masyarakat saat lebaran diprediksi meningkat. Sebab, masyarakat terbiasa saling berkunjung ke rumah kerabat maupun keluarga. Program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL) sangat relevan dalam pengawasan di tingkat lingkungan. Masing – masing lingkungan sambungnya, telah disiapkan alat pemindai suhu tubuh,  dan tempat cuci tangan. Warga pun diwajibkan menggunakan masker.

Selain itu, kepala lingkungan diminta mendata identitas, tujuan serta berapa lama berkunjung. Hal ini memudahkan pengawasan. ‘’Kita minta siapapun yang datang dari luar supaya didata,” pintanya.

Mukhsan mengimbau, lingkungan yang masuk zona merah penyebaran virus Corona supaya tetap meningkatkan kewaspadaan. Tujuannya menghindari penularan transmisi lokal.

Terkait pengawasan terhadap keamanan saat lebaran, dia menegaskan, lurah diminta membangun koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta kaling setempat agar mengoptimalisasikan pengawasan. Pengawasan terutama di perumahan heterogen diperketat.

“Walaupun tidak ada yang mudik. Lokasi tertentu memang perlu dilakukan pengawasan,” demikian kata Mukhsan. (cem)