Ziadi-Aswatara Laporkan Dugaan Pelanggaran TSM Pilkada Loteng

Umar Ahmad Seth. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Ahmad Ziadi-Aswantara melaporkan dugaan pelanggaran pemilu bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah ke Bawaslu Provinsi NTB.

Bawaslu NTB pun mulai menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan terhadap laporan dugaan pelanggaran TSM Pilkada Lombok Tengah, pada Rabu, 6 Januari 2021. Pasangan Ahmad Ziadi Astawara, melaporkan Bupati Loteng, dan KPU Loteng.

“Kita baru gelar sidang pemeriksaan pendahuluan,” kata komisioner Bawaslu NTB, Umar Ahmad Seth yang dikonfirmasi usai persidangan pemeriksaan pendahuluan dugaan pelanggaran TSM di Pilkada Loteng.

Diungkapkan, dalam sidang pemeriksaan pendahuluan itu, pihaknya melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap unsur-unsur syarat formil dan materil dugaan pelanggaran TSM. Jika hasil pemeriksaan pendahuluan, unsur-unsur syarat formil dan materiil sudah terpenuhi. Maka pihaknya akan melanjutkan ke tahap sidang pemeriksaan.

Tetapi jika unsur-unsur syarat formil dan materiil itu tidak terpenuhi, maka dugaan pelanggaran TMS tidak bisa dilanjutkan atau dihentikan. “Kita masih periksa keterpenuhan syarat formil dan materiilnya,” ucap mantan Anggota KPU Lombok Barat ini.

Walau demikian, dia mengakui, dalam peraturan Bawaslu sudah diatur bahwa dugaan pelanggaran TSM harus dilaporkan ke Bawaslu dalam rentang waktu tahapan ditetapkan pasangan calon hingga hari H pencoblosan.

Tetapi dugaan pelanggaran TSM dilaporkan oleh pasangan Ziadi-Astawara sudah pelaksanaan pemungutan suara. Dengan mengacu peraturan Bawaslu tersebut, kecil kemungkinan dugaan pelanggaran itu akan terpenuhi syarat formil dan materiilnya. “Tetapi tunggu saja nanti putusan sidang pemeriksaan pendahuluannya,” paparnya.

Dia membeberkan, dalam dugaan pelanggaran TSM dilaporkan oleh pasangan Ziadi-Astawara, telah terjadi praktik pelanggaran TSM berupa politik uang atau pemanfaatkan program pemerintah, dan pengerahan ASN dilakukan oleh Bupati Loteng untuk memenangkan pasangan Pathul-Nursiah dan KPU Loteng dituding tidak bersikap independen di Pilkada. “Dalam satu atau dua hari ke depan, sudah kita akan putuskan sidang pendahuluan,” pungkasnya. (ndi)