YPK Minta Pusat Perbelanjaan Dibuka

H. Muh. Saleh. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Yayasan Perlindungan Konsumen (YPK) Provinsi NTB meminta kepada pemerintah untuk memberikan kelonggaran kepada pengusaha membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan. Dengan catatan, pengusaha juga melaksanakan standar kesehatan sebagai jaminan kepada konsumen. Ketua YPK Provinsi NTB, H. Muh. Saleh, M.H., mengatakan, ekonomi harus digerakkan. Tetapi pengusaha dan pemerintah harus bersinergi memastikan jaminan keamanan bagi konsumen dalam rangka mengendalikan penularan virus corona.

Dosen Fakultas Hukum Unram ini mengatakan, sinergi yang bisa dilakukan adalah, bersama-sama mengawasi dan melakukan penertiban kepada konsumen yang datang ke tempat-tempat perbelanjaan. Mengawasi dan memastikan konsumen sudah melaksanakan protokol kesehatan. Menggunakan masker, menjaga jarak antar pengunjung dan pelayan tempat belanja.

Selain itu, memastikan bahwa pusat-pusat perbeanjaan juga sudah menjalankan protokol yang sama. Melengkapi pelayannya dengan Alat Pelindung Diri (APD), menyediakan tempat mencuci tangan di pintu-pintu masuk. H. Saleh menegaskan, standar dan pengawasan ini agar tidak diterapkan pada tempat-tempat berbelanja di perkotaan saja. Di kabupaten, hingga di tingkat pedesaan, hal ini menurutnya standar kesehatan ini harus dilaksanakan sama.

“Jadi ekonomi tetap jalan, potensi penularan Covid-19 ini juga bisa dikendalikan. Libatkan saja Pol PP, Polisi, bila perlu Tentara untuk melakukan pengawasan bahwa standar kesehatan di pusat perbelanjaan sudah dilaksanakan. Skema kerjasama antar pihak kan bisa diatur, ” ujarnya. H. Saleh menyebut menyambut baik soal rencana pemerintah menerapkan new normal, atau kenormalan hidup di masa pandemi Covid-19. Pemerintah daerah, harus memastikan terlebih dahulu standar kesehatan yang diterapkan oleh tempat-tempat perbelanjaan, sebelum disosialisasikan kepada publik.

“Harus dipastikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen terlebih dahulu. Baru disosialisasikan pusat-pusat perbelanjaan ini dibuka. Sehingga ada jaminan bagi konsumen, mereka bisa tenang ke luar dan berbelanja,” imbuhnya. Dengan pengawasan bersama ini, disiplin melaksanakan protokol kesehatan dapat dikontrol. Pengunjung yang datang berbelanja dan bergerombol juga bisa diurai. H. Saleh mengatakan, takut berlebihan terhadap corona ini juga tak baik.

Selain pusat-pusat perbelanjaan, tempat-tempat peribadatan juga harus dibijaksanai sama. “Persoalan nantiya sepi pengunjung yang datang, itu urusan lain. Yang terpenting, pemerintah sudah beriktikad baik, memberi ruang kepada masyarakat, kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan hajat hidupnya dengan standar kesehatan yang berlaku,” demikian H. Saleh. (bul)