Wujudkan NTB Hijau dan Asri, Kelompok Pemuda Tanam 1.000 Pohon di Pusuk

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, berfoto bersama peserta penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Pusuk Lestari, Sabtu, 22 Februari 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Keterlibatan berbagai kelompok untuk menyukseskan visi NTB menjadi hijau dan lestari terus mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari kelompok pemuda yang tergabung dalam event Mavilla Competition 3.0 2020.

Mengambil tema “It’s Easy Being Green”, ratusan pemuda yang tergabung dalam kegiatan tersebut melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan Pusuk Bike Park, Desa Pusuk Lestari. Rincian peserta antara lain 150 orang driver GOJEK, 40 orang siswa SDN 1 Desa Pusuk Lestari, 50 orang masyarakat, serta 20 orang pejabat Pemprov NTB.

Iklan

“Kami ingin menunjukkan kalau anak muda harus ambil bagian dan berkontribusi dalam kegiatan positif, dalam hal ini salah satunya lingkungan,” ujar Ketua Panitia Mavilla Competition 3.0 2020, Yassir Aulia, S.T, Sabtu, 22 Februari 2020.

Menurut Yassir, hal tersebut juga ditujukan untuk menyukseskan program pemerintah daerah saat ini dengan mengedepankan kolaborasi aktif. Mavilla Competition 3.0 2020 sendiri merupakan kelanjutan atas suksesnya penyelenggaraan turnamen futsal tingkat SMA sederajat se-Pulau Lombok pada 2017-2019 lalu.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dan aksi bersama GOJEK Mataram yang berperan sebagai penyokong kegiatan. Tidak ketinggalan, Pemprov NTB Juga memberikan dukungan dengan kehadiran langsung Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd di lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut menerangkan bahwa warisan terbaik yang kita berikan kepada anak-cucu kita adalah lingkungan yang baik, hijau, asri dan lestari. “Saya sangat mengapresiasi baik dari Mavilla maupun GOJEK dan seluruh komunitas dan stakeholder di NTB untuk bergandengan tangan,” ujarnya.

Menurut Umi Rohmi Pemprov NTB saat ini tidak dapat berjalan sendirian untuk mewujudkan seluruh visi-misi yang ingin dicapai. Untuk itu dibutuhkan kontribusi aktif dari kelompok-kelompok yang memiliki frekuensi tujuan yang sama dengan pemerintah daerah. Terutama untuk menjaga lingkungan.

Hal itu terkait dengan peningkatan daya tawar dari daerah, khususnya untuk sektor pariwisata. “Saya bayangkan jika dibuatkan video yang indah, dengan merepresentasikan keindahan dari tempat ini. Lalu dibagikan, maka seluruh dunia akan melihatnya dan mengidam-idamkan untuk berkunjung ke tempat ini,” ujarnya.

Diterangkan Wagub, Pemprov NTB menargetkan pada 2023 NTB yang bersih dapat terwujud dengan keterlibatan aktif berbagai pihak. Jika komunitas, sekolah, desa, dan pihak lainnya berperan aktif, maka dalam tiga tahun ke depan 152.000 hektare lahan kritis di NTB disebut akan dapat dipulihkan.

Terpisah perwakilan GOJEK Mataram, Raden, menerangkan bahwa kolaborasi yang dilakukan pihaknya dengan panitia Mavilla Competition 3.0 2020 adalah upaya untuk menjadikan NTB yang hijau dan asri. Mengingat lingkungan merupakan bagian penting dari perwajahan NTB sebagai rumah bagi masyarakatnya.

Menurut Raden NTB memiliki potensi yang luar biasa, khususnya untuk menarik wisatawan dengan keindahan alamnya. Untuk memasimalkan potensi itu dibutuhkan peran berbagai pihak.

“Kami yakin Indonesia, khususnya NTB, butuh anak-anak muda yang dapat berkontribusi positif terhadap daerah dan negaranya,” pungkasnya. (bay)