Wujudkan NTB Gemilang, Dinas Dikbud Terus Maksimalkan Program Re-engineering SMK dan 1.000 Cendekia

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan saat mencoba motor listrik buatan SMKN 1 Lingsar, pada awal tahun 2020.(Suara NTB/ron)

Dua program unggulan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yaitu re-engineering Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 1.000 cendekia. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB sebagai pelaksana teknis terus memaksimalkan pelaksanaan dua program unggulan Pemerintah Provinsi NTB itu untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan, mimpi besar industrialisasi di NTB dipersiapkan dengan matang dan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya tecermin dalam program unggulan re-engineering SMK yang diampu oleh Dinas Dikbud Provinsi NTB.

Begitu juga dengan program 1.000 cendekia yang merupakan program unggulan gubernur dan wakil gubernur NTB. Hajatan awal dari program ini berupa pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Namun di tahun 2020 ini, program 1.000 cendekia dikembangkan dengan menyeimbangkan beasiswa luar negeri dan beasiswa dalam negeri. Penerima beasiswa mencapai 500-an orang.

’Re-engineering SMK merupakan upaya Pemprov NTB dalam ‘mengawinkan’ kurikulum di SMK dengan kebutuhan pasar dan dunia industri yang tengah menggeliat. Maksudnya di dalam kurikulum SMK harus dimasukan pembelajaran terkait pangsa pasar. Kita melihat tren dunia industri,’’ ujar Aidy.

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (enam dari kanan) bersama Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan (lima dari kiri) saat melepas penerima beasiswa NTB pada bulan Oktober lalu.

Ia mengambil contoh Kompetensi Keahlian Tata Boga di SMK. Siswa tak hanya diajarkan cara memasak tapi juga diajarkan pemasaran online yang tengah hits belakangan ini.

‘’Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian di SMKN 1 Sakra menjadi salah satu contoh keberhasilan program ini. Guru dan siswa berjibaku dengan penuh semangat membuat aneka manisan, bubuk penyedap rasa, dan aneka roti dari hasil pertanian. SMK ini bisa memproduksi 252 biji roti dengan mengahabiskan 6 kg tepung setiap harinya dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar,’’ ujarnya.

Hal itu yang diharapkan dengan adanya program unggulan re-engineering SMK ini, siswa-siswi tak hanya dibekali dengan keterampilan tapi juga dengan kemampuan menciptakan sesuatu dan memasarkannya.

Karena itu dalam re-engineering SMK, model pembelajaran yang digunakan tak lagi konvensional. Namun kini dengan pendekatan pendidikan berbasis proyek atau project based learning dan pembelajaran berbasis produk atau production based learning. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Hasilnya pun bisa dilihat langsung. Sejak Januari lalu sampai saat ini sudah ada 17 penemuan yang dihasilkan oleh anak-anak SMK yang mengharumkan nama daerah. Dari motor listrik, sepeda listrik, bak sampah cerdas, cold storage, hingga penyulingan air laut menjadi air mineral, dan masih banyak lagi. Semua penemuan yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini telah dipamerkan di Gebyar SMK dan Pekan Kebudayaan Daerah NTB pada akhir November lalu.

Hingga saat ini, ada sembilan SMA telah dialihfungsikan menjadi SMK dan dua SMK dialihfungsikan menjadi SMA sebagai tindak lanjut penyesuaian dan relevansi SMK dengan kebutuhan industri dan lapangan pekerjaan saat ini. Bahkan tahun depan, akan dibuka SMK Negeri di Sembalun Lombok Timur dengan dua keahlian unggulan, yaitu Bidang Keahlian Pariwisata dan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. “Re-engineering SMK ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk memajukan pendidikan di NTB dan mendukung program industrilialisasi NTB,’’ ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., menjelaskan, re-engineering SMK sebenarnya dinamisasi proses dan fungsi pembelajaran di SMK untuk lebih maksimal. “Misalnya dulu, hasil prakik hanya dipajang di etalase, entah laku atau tidak urusan lain, paradigma itu yang diubah,” katanya.

Produk yang dihasilkan dengan proses re-engineering SMK diharapkan lebih berkualitas. Dengan begitu produk bisa diterima masyarakat. Pihaknya terus melakukan pembinaan, dan hal penting lainnya agar sekolah memahami, agar hasil praktik menjadi barang yang fungsional. Oleh karena itu, agar produk bisa terjual ke masyarakat, maka akan diberlakukan SMK Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

Yahya menyampaikan, pihaknya tengah mempersiapkan SMK BLUD di NTB. Di tahun 2021 nanti akan disiapkan 15 SMK menjadi SMK BLUD. Tujuan utamanya adalah memberikan akses layanan pembelajaran yang lebih riil di dalam SMK sesuai kompetensinya.

“Hasil produk dari SMK itu bisa dipasarkan juga, sehingga sekoah sebagai lembaga, itu nanti dipayungi secara hukum bisa melakukan transaksi, menjadi salah satu item pembelajaran di sekolah yang harus diketahui oleh anak dan jadi inspirasinya, anak terlibat dalam proses produksi di sekolah,” pungkasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB sebagai pelaksana program tersebut akan mengirim 1.000 anak muda NTB belajar ke luar negeri sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov NTB 2018-2023.

“Harapan besarnya, untuk peningkatan kualitas SDM di NTB. Bisa menyukseskan pogram unggulan dari Pemerintah Provinsi NTB, untuk dapat peluang menempuh pendidikan di luar negeri dan menyelesaikan pendidikan di dalam negeri. Sehingga angka partisipasi meningkat, tercapai lama rata-rata lama sekolah. Angka partisipasi masyarakat mampu maupun tidak mampu menempuh pendidikan meningkat untuk kuliah di daerah di Indonesia dan luar negri,” jelas Aidy.

Sementara beasiswa dalam negeri dibagi menjadi tiga, yaitu pertama, beasiswa miskin berprestasi, sasarannya mahasiswa berprestasi di kampus yang diukur, dinilai, dan diusulkan pihak kampus, tapi dari kalangan keluarga tidak mampu. Kedua, beasiswa kerja sama, beasiswa yang diberikan kepada perguruan tinggi swasta yang membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Dan, ketiga, beasiswa unggulan, merupakan beasiswa pada jurusan tertentu yang dibutuhkan daerah, diusulkan oleh Perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta dalam negeri.

Berdasarkan data dari situs resmi LPP NTB, jenis-jenis beasiswa NTB ke luar negeri yaitu kategori A merupakan beasiswa NTB yang dibiayai secara penuh atau fully funded, kategori B merupakan beasiswa beasiswa NTB yang dibiayai secara sebagian atau partial funded, dan kategori C merupakan merupakan beasiswa NTB untuk Short Course, Internship, dan program pengembangan diri yang pendanaannya bisa partial funded atau fully funded.

Jumlah awardee atau penerima beasiswa NTB kategori A dan B sebanyak 385 orang tersebar di Polandia sebanyak 104 orang, Malaysia sebanyak 235 orang, China sebanyak 30 orang, Taiwan sebanyak 10 orang, Ceko sebanyak dua orang, Rusia sebanyak empat orang , dan di Hungaria satu orang. Awardee kategori C sebanyak 140 orang. (ron)