Wujudkan Lahan Abadi, Kota Mataram Butuh Biaya Besar

Mataram (suarantb.com) – Mewujudkan keberadaan lahan abadi di Kota Mataram membutuhkan biaya besar. Lahan abadi yang bisa menjadi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang juga diperlukan di tengah maraknya pembangunan. Dengan demikian kota ini terbentuk menjadi kota yang tahan terhadap perubahan iklim.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan untuk pembentukan RTH ini harus membebaskan lahan milik masyarakat, sementara harga lahan di Kota Mataram sangat fantastis. Lahan milik Pemkot Mataram juga sangat terbatas sehingga harus dimaksimalkan fungsi dan kualitasnya untuk menjadi RTH.

Iklan

“Kota Mataram tidak punya lahan yang bersertifikat atas nama pemkot. Ada, tapi jumlahnya sedikit,” terangnya, Rabu, 14 September 2016.

Ketersediaan RTH berdasarkan peraturan perundang-undangan harus 30 persen dari luas sebuah kota. Namun Kota Mataram belum mampu mewujudkannya. Saat ini, ketersediaan RTH baru mencapai angka 20 persen.

“Kita mau mengarah ke angka 30 persen itu tidak mudah. Yang 20 persen itu saja sudah termasuk lahan-lahan privat dan pemakaman,” ungkapnya.

Namun Pemkot Mataram tetap optimis dapat mewujudkan lahan abadi. Hanya saja program disesuaikan dengan anggaran serta kemampuan Pemkot Mataram membebaskan lahan.

“Seperti rencana pembuatan lahan abadi di jalan lingkar selatan, itu tidak mudah. Sementara di sana sektor properti sudah bergerak,” jelasnya. (rdi)