Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Tiga Pilar

0
H. Fathul Gani (Suara NTB/ham)

MEWUJUDKAN ketahanan pangan keluarga pada kondisi sekarang ini menjadi atensi dari Dinas Ketahanan Pangan NTB. Lahan yang ada harus dimanfaatkan, sehingga mampu memberikan nilai tambah, terutama bagi pengembangan ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si., menjelaskan, ada tiga pilar yang menopang terwujudnya ketahanan pangan. Pertama, katanya, pilar ketersediaan pangan. Dalam hal ini, keterjangkauan dalam arti pangan tersedia cukup untuk seluruh penduduk, baik volume,  mutu, keragaman serta aman dikonsumsi.

IKLAN

Sementara pilar kedua, ujarnya, adalah keterjangkauan akses pasokan pangan yang merata ke seluruh wilayah. Pada pilar ini, harga stabil dan terjangkau secara berkelanjutan. ‘’Dan pilar ketiga adalah pemanfaatan dalam arti setiap rumah tangga mampu mengakses cukup pangan dan mengelola konsumsi sesuai kaidah gizi dan kesehatan,’’  ujarnya pada Suara NTB, Rabu, 12 Januari 2022.

Hal yang selama ini dilakukan Dinas Ketahanan Pangan pada semua tingkatan, tambahnya, adalah membangun kesadaran dan mengedukasi masyarakat agar bagaimana ketiga pilar di atas dapat diwujudkan pada tataran mikro di tiap-tiap keluarga. Selain itu, dapat menghimpun diri dalam sebuah kelompok  untuk  dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan tidak terlalu tergantung dari suplai pangan dari wilayah lainnya.

‘’Bahan pangan yang berlebih bisa diolah menjadi aneka pangan olahan dengan menerapkan industri pengolahan yang baik. Sehingga muara akhir yang diharapkan bahwa bahan pangan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nilai tambah dari sisi pengembangan ekonomi keluarga,’’ tambahnya.

Pada saat sekarang ini, lanjutnya, pihaknya  sedang fokus pada gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dan pematang sawah dengan tanaman sayur dan buah. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan di tingkat Keluarga secara menyeluruh. Dalam arti setiap keluarga bisa mengurangi biaya untuk pemenuhan kebutuhan sayur dan buah.

Termasuk juga diharapkan setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dari memelihara secara mandiri atau kelompok dalam hal beternak unggas  dan berkolaborasi dengan lintas sektor mutlak diperlukan untuk mewujudkan harapan terpenuhinya kebutuhan pangan strategis masyarakat yang dapat dijangkau serta dimanfaatkan secara berkelanjutan. (ham)