Wujudkan “Food Estate” Labangka

Iskandar Zulkarnain. (Suara NTB/ist)

NTB memiliki peluang besar Kementerian Pertanian akan mendukung perwujudan kawasan food estate di Labangka, Kabupaten Sumbawa. Food estate adalah kawasan terintegrasi pertanian secara umum. Outputnya adalah kemandirian menghasilkan produk. Kegiatan hulu hilir dilakukan dalam satu kawasan. Syarat food estate adalah memiliki 10.000 hektar lahan pertanian.

Nantinya, hasil-hasil pertanian akan diolah langsung menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah. “Ada lima food estate yang sudah dibuat di Indonesia. Tidak termasuk NTB. Kita sudah masukkan konsep lain food estate yang terintegrasi peternakan,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain.

Iklan

Iskandar mengatakan, tahun ini Kementerian Pertanian akan menambah sebanyak 29 food estate. Labangka salah satunya yang sudah masuk dalam usulan. Menurutnya, Disnakeswan NTB juga konsen mengawal usulan food estate di pusat. Agar Kementerian Pertanian memasukkannya ke dalam 29 food estate yang akan ditambah tahun 2021 ini.

Konsep food estate terintegrasi peternakan ruminansia ini, kata Iskandar, nantinya lima desa akan mendapatkan bantuan 2.500 ekor sapi. Masing-masing satu desa 500 ekor. Sapi-sapi ini adalah sapi penggemukan (potong) dan sapi untuk pembibitan. Kebutuhan pakannya akan dipenuhi dari limbah-limbah hasil pertanian yang sudah diolah kembali. Kotoran ternak akan dijadikan bahan baku pupuk kompos dan bio gas. Urine dari ternak-ternak ini akan diolah menjadi zat yang dapat merangsang pertumbuhan komoditas pertanian.

“Dalam satu kawasan ini tidak ada yang terbuang, hasil pertaniannya, hasil peternakannya. Hewan yang dipotongpun nantinya tidak dijual dalam bentuk hewan hidup atau daging. Tetapi sudah dalam bentuk produk olahan,” jelas Iskandar. Lebih luas Iskandar menjelaskan, food estate ini salah satunya ke depan yang diharapkan menjadi pendukung peningkatan produksi ternak ruminansia.

Provinsi NTB juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk program pengembangan desa seribu sapi. Salah satunya yang segera terwujud adalah desa-desa penyangga KEK Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Satu desa akan diberikan bantuan 250 ekor sapi unggulan. Lima desa yang saling bertetangga akan diberikan seribu ekor.

Kelompok penerimanya juga diberikan bantuan kandang kolektif. Nantinya pengembangan desa seribu sapi ini akan kelola secara kelembagaan sehingga berkesinambungan. “Populasi sapi kita sekarang sudah sebanyak 1.286.746 ekor. Kalau terwujud food estate dan desa seribu sapi bisa mendongkrak pupulasi ternak unggulan kita. Saat ini kita termasuk provinsi lumbung sapi nasional,” demikian Iskandar. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional