WSBK Mandalika, Momentum Pemulihan dan Kebangkitan Pariwisata NTB

Foto udara Sirkuit Mandalika yang tengah dipersiapkan jelang gelaran Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike Championship (WSBK) pada bulan November mendatang.(instagram/ITDC)

Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah di NTB tidak main-main dalam mempersiapkan Kawasan Mandalika jelang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike Championship (WSBK) bulan depan. Sukses di dua perhelatan ini akan memberikan pesan bahwa Indonesia, khususnya NTB, mulai bangkit dari pandemi.

LEPAS dari tikungan pertama di lap terakhir Race I pada WSBK Portugal, Sabtu, 2 Oktober 2021 itu, Scott Redding melihat kesempatan. Sang pemimpin balapan, Toprak Razgatlioglu hanya berjarak beberapa meter di depannya. Sebuah ruang terbuka di sisi kanan Toprak. Redding tak menyiakannya. Ia memacu motornya dan perlahan, Ducati tunggangannya mulai menyalip Toprak.

Iklan

Toprak, sang pemimpin klasemen, tidak panik. Ia paham, manuver Redding yang terlalu agresif langsung memaksanya melebar di tikungan berikutnya. Kini, giliran Toprak memanfaatkan ruang terbuka untuk kembali ke posisi terdepan di balapan tersebut. Toprak sukses menyalip dan ia berhasil mempertahankan posisinya hingga finis.

Dari Sirkuit Algarve, Portugal, pertarungan WSBK akan mampir di Argentina pada 15-17 Oktober 2020. Selanjutnya, Toprak Razgatlioglu, Jonathan Rea, Scott Redding, dan para pebalap WSBK lainnya bisa jadi akan beradu nasib di balapan pamungkas di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, pada 19 – 21 November 2021 mendatang.

Setelah melalui berbagai dinamika yang melelahkan, kini sirkuit Mandalika tengah menatap fase akhir persiapan menggelar salah satu perhelatan olahraga paling bergengsi di dunia. Tapi, WSBK dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) yang digelar sepekan sebelumnya, akan menjadi gong pembuka rangkaian perhelatan raksasa ini. Setelah IATC dan WSBK, masih ada MotoGP, yang jauh lebih bergengsi, akan hadir pada Maret 2022 mendatang.

Tak berlebihan jika pemerintah menjadikan keberhasilan menggelar IATC dan WSBK sebagai pertaruhan nama bangsa di dunia internasional. Saat ini, Pemprov NTB bersama Pemda Kabupaten/Kota dengan dukungan TNI/Polri pun terus melakukan persiapan menyambut WSBK. Gelaran WSBK Indonesia yang menjadi seri penutup event balap dunia tersebut menjadi momentum pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata NTB yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan menyiapkan kejutan berupa atraksi pada saat pembukaan maupun penutupan WSBK Indonesia di Sirkuit Mandalika yang menjadi seri penutup. Sehingga dapat memberikan suasana yang berbeda kepada para pebalap, tim ofisial dan penonton.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, mengatakan Pemerintah Pusat meminta agar NTB melakukan persiapan agar event WSBK dapat dihadiri penonton. Salah satu syarat yang diminta Pemerintah Pusat adalah vaksinasi Covid-19 di Lombok Tengah (Loteng) yang menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan tersebut harus mencapai 70 persen. Gubernur mengaku optimis, vaksinasi sebesar 70 persen di Loteng akan tercapai pada 5 Oktober 2021.

H. Zulkieflimansyah

Bahkan, vaksinasi Covid-19 di Pulau Lombok sebagai daerah penyangga KEK Mandalika ditargetkan mencapai di atas 50 persen. Dengan capaian vaksinasi di atas 50 persen, maka daerah ini akan masuk PPKM Level I.

“Sehingga, awal November, kita sudah sangat siap menjadi tuan rumah World Superbike dan MotoGP 2022,” kata Gubernur dikonfirmasi di Mataram, pelan kemarin.

Data Pemprov NTB sampai Sabtu, 2 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Loteng telah mencapai 62,51 persen atau 479.890 masyarakat telah divaksinasi Covid-19 dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua telah mencapai 10,43 persen atau 80.037 orang.

Sementara, capaian vaksinasi di NTB telah mencapai 38,79 persen atau 1.517.024 masyarakat telah divaksinasi dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua telah mencapai 13,89 persen atau 543.116 orang.

Gubernur mengatakan, selain mengintensifkan vaksinasi, petugas yang menginventarisir data masyarakat yang telah divaksinasi juga dimaksimalkan.

Gubernur yang biasa disapa Bang Zul ini menginginkan NTB sukses menjadi tuan rumah WSBK dan MotoGP 2022. Untuk itu, gelaran Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) yang dilaksanakan seminggu sebelum WSBK, 12 – 14 November, menjadi uji coba kesuksesan.

Sehingga, ia meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan persiapan. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, agar menyiapkan Area Traffic Control System (ATCS). Sebuah sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi yang berguna  mengoptimalkan kinerja jaringan jalan dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan.

Ia  juga meminta Dinas Pariwisata untuk mengatur tempat duduk para penonton agar tidak berdesakan dan menghindari membeludaknya penonton di satu tempat. Ia meminta semua OPD Pemprov NTB terlibat dalam menyukseskan perhelatan internasional tersebut.

Pasalnya, jika hanya berharap kepada Indonesia Tourism Development (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika, mereka memiliki personel yang terbatas. Untuk itu, OPD Pemprov NTB juga harus berperan menyukseskan event IATC dan WSBK yang dilaksanakan November mendatang.

Terkait kesiapan infrastruktur pendukung pelaksanaan WSBK, Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga telah melakukan tinjauan lapangan. Wagub telah melihat kesiapan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) guna memantau progres pekerjaan penambahan runway, terminal dan pelayanan lainnya.

Ia juga meninjau progres pembangunan bypass BIZAM – KEK Mandalika sepanjang 17 kilometer (km). Seluruh pekerjaan dipastikan selesai sebelum perhelatan event tersebut termasuk penerangan jalan, pemasangan rambu dan akses jalur keluar di beberapa titik pemukiman.

“Insya Allah semua selesai tepat waktu dan kita berharap semua berjalan lancar sampai perhelatannya,” ujar Wagub.

Terkait rekayasa lalu lintas, pihak ITDC telah menyiapkan lahan parkir di beberapa titik yang luas seluruhnya 35 hektare. Nantinya akan ada 43 shuttle bus yang akan melayani penonton di area sirkuit dan sekitarnya.

Pihak ITDC telah menyediakan akses jalan bagi warga perkampungan yang masih berada di dalam area sirkuit dan meyakinkan sistem rekayasa transportasi dan lalu lintas ini akan berjalan baik termasuk lalu lintas kapal kargo pengangkut fasilitas balapan.

Dari sisi persiapan non fisik, Pemprov NTB membentuk panitia daerah untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan WSBK. Panitia daerah tersebut akan terdiri dari 23 bidang, kemudian juga akan menyiapkan Satgas Teritorial yang akan bertanggungjawab di lima pintu masuk penonton WSBK ke NTB.

Dipimpin Gubernur

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., menyebutkan ada tiga kepanitiaan yang dibentuk untuk menyukseskan WSBK Indonesia di Sirkuit Mandalika. Pertama, Panitia Inti yang terdiri dari ITDC, MGPA dan Dorna Sports.

Kemudian, Panitia Nasional yang akan dipimpin langsung Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Ketiga, Panitia Daerah yang dibentuk Pemprov NTB yang dipimpin langsung Gubernur.

“Kita sudah mulai kerja-kerja lebih konkret sekarang. Kemarin kerja-kerjanya penyiapan fisik. Sekarang kerjanya lebih berat lagi untuk konsolidasi,” kata Gita.

Tugas dari Panitia Daerah dalam kurun waktu kurang dari dua bulan mendatang adalah memastikan bentuk-bentuk dukungan dan kesiapan masing-masing daerah menyambut event WSBK yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 30.000 – 40.000 penonton.

Presiden menginginkan agar WSBK di Sirkuit Mandalika dihadiri penonton. Begitu juga harapan dari Pemprov NTB. Sehingga, Panitia Daerah mulai bergerak mendesain arus lalu lintas puluhan ribu pengunjung atau penonton yang akan hadir pada November mendatang.

Pada lima pintu masuk ke NTB sudah dipersiapkan Satgas Teritorial. Yaitu, Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Pelabuhan Bangsa dan Tiga Gili di Lombok Utara.

Selanjutnya, pintu masuk Pelabuhan Kayangan – Poto Tano di Lombok Timur, pintu masuk Bandara Internasional Lombok dan pintu masuk KEK Mandalika.

“Semua Satgas Teritorial harus mengambil keputusan memperlancar lalu lintas penonton yang datang ke NTB,” kata Sekda.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.U.M., yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 Oktober 2021 mengatakan gelaran WSBK akan menjadi momentum pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata NTB.

“Dengan WSBK ini, menunjukkan bahwa NTB siap untuk pariwisatanya pulih dan bangkit kembali. Secara internal, WSBK ini menjadi penyemangat bagi pelaku wisata untuk terus berbenah,” katanya.

Yusron mengatakan pihaknya sedang menyiapkan atraksi dalam acara seremonial pembukaan dan penutupan WSBK dengan nuansa yang lebih berbeda. Pasalnya, WSBK yang digelar di Sirkuit Mandalika merupakan seri penutup event balap dunia tersebut pada 2021.

“WSBK yang di Sirkuit Mandalika ini sebagai final race musim ini. Sehingga penetapan juara di Mandalika. Sehingga tentu harus ada suasana yang lebih berbeda ketika closing ceremony,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya sedang menyiapkan atraksi yang bisa menjadi ajang promosi sekaligus daya tarik bagi penonton. “Kita pingin ini ajang bagi promosi pariwisata NTB. Sedang disusun oleh kawan-kawan atraksi yang akan ditampilkan,” terangnya.

Kesiapan lainya, kata Yusron terkait dengan akomodasi seperti hotel, homestay dan restoran. Pihaknya bersama dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) membuat katalog hotel atau penginapan.

“Kalau pengunjung datang, tahu di mana mereka menginap, jenis kamarnya dan lainnya. Nanti aplikasinya disiapkan oleh MGPA. Kita men-support dari data-datanya,” jelasnya.

Termasuk juga penyiapan destinasi wisata dan desa wisata yang bisa dikunjungi wisatawan atau penonton WSBK. Sementara untuk menggabungkan event WSBK, seluruh OPD dan instansi vertikal yang ada di NTB telah diminta memasang baliho atau spanduk di kantor-kantor.

“Supaya gaungnya kelihatan. Pak Sekda sudah bersurat beberapa waktu lalu. Kemudian publikasi di pintu kedatangan, dan tempat strategis kita kerja sama dengan MGPA,” imbuhnya.

“Di luar itu, kita ingin semua produk dari 10 kabupaten/kota di NTB bisa ada di event ini. Artinya, di pintu kedatangan seperti bandara, ada space yang disiapkan. Di situ kita tata, layaknya ruang pameran ada lot-lot tertentu yang bisa diisi semua kabupaten/kota,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan penyiapan marshal atau petugas yang mengawal keselamatan pebalap di dalam sirkuit, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mengatakan MGPA dan Pemda Loteng sudah merekrut sejak beberapa bulan lalu.

“Yang dibutuhkan 340 orang. Sudah terseleksi. Setelah terseleksi, mereka dilatih. Itu sudah dilakukan proses. Itu masyarakat NTB, bahkan lebih besar Lombok Tengah,” kata Aryadi dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 Oktober 2021.

Untuk menyambut WSBK, kata Aryadi, tenaga kerja di bidang perhotelan di KEK Mandalika telah dilakukan pelatihan. Sebanyak 90 tenaga kerja bidang perhotelan di KEK Mandalika saat ini sedang menjalani pemagangan di kawasan tersebut.

“Dari sisi persiapan ketenagakerjaan, sektor perhotelan sudah siap. Banyak yang di rumahkan, tinggal menunngu event,” katanya.

Listrik Tanpa Kedip

Sementara itu, PLN NTB telah berhasil menuntaskan persiapan pada sisi kelistrikan yang akan menyuplai Jalan Kawasan Khusus The Mandalika atau Mandalika International Street Circuit (MISC). Hal ini ditandai dengan keberhasilan serangkaian commissioning test yang mulai dilakukan di awal bulan September 2021.

Sebelumnya, PLN telah merampungkan seluruh pekerjaan fisik untuk infrastruktur kelistrikan yang akan menyuplai MISC di akhir bulan Agustus 2021.

Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB menjelaskan commissioning test ini merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian persiapan PLN melistriki MISC. Commissioning test ini wajib dilakukan untuk  menguji seluruh aspek dari komponen atau peralatan yang terbangun, yakni ketahanan, fungsi peralatan, dan lainnya.

“Hasil pengujiannya, peralatan PLN yang telah terpasang layak untuk dioperasikan. Artinya, PLN sudah 100 persen siap untuk melistriki World Superbike di bulan November 2021 ini,” terang Lasiran akhir pekan kemarin.

Dari sisi kecukupan daya, Lasiran juga menjelaskan saat ini sistem kelistrikan Lombok, yakni sistem yang akan menyuplai MISC dalam kondisi aman. Rata rata beban yang paling tinggi adalah 270 Megawatt (MW) dan daya mampu yang tersedia adalah 376,8 MW.

“Masih ada cadangan daya 106 MW. Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik, di NTB. Tidak hanya untuk WSBK, namun kami juga siap untuk seluruh infrastruktur pendukungnya,” jelas Lasiran.

Khusus untuk WSBK 2021 dan MotoGP yang akan dihelat tahun 2022, PLN NTB sendiri telah mempersiapkan skenario Zero Down Time (tanpa kedip), yakni sistem suplai listrik berlapis, sehingga listrik di kawasan Mandalika andal dan berkualitas dan tidak mengalami gangguan, walaupun hanya sesaat.

MISC sendiri merupakan pelanggan PLN yang dilayani dengan daya 5.19 MVA dan akan disuplai dari 3 jalur utama listrik, yakni dua jalur dari Gardu Induk (GI) Kuta dan satu jalur dari GI Sengkol. Dua jalur Saluran Kabel Tegangan Menengah sepanjang 1.485 kms dari GI Kuta dan satu jalur sepanjang 13.8 km dari GI Sengkol telah selesai terbangun. (nas/aan/bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional