WSBK Ajang Menduniakan Kuliner Lokal

Anton Sugiono. (Suara NTB /bul)

Mataram (Suara NTB) – Ajang world superbike (WSBK) yang akan dihelat di Sirkuit Mandalika Lombok, pertengahan November 2021 ini sekaligus akan menjadi ajang menduniakan kuliner lokal. Setidaknya, ada lima menu khas lokal yang akan disajikan kepada tamu-tamu spesial.

Ketua Asosiasi Chef Indonesia Provinsi NTB, Anton Sugiono merinci kuliner lokal dimaksud, diantaranya, Sate Rembiga, Ayam Taliwang, Bebalung, Sayurnya Pelecing Kangkung dan kue teradisional Cerorot.

Iklan

Selain itu ada juga yang direkomendasikan adalah ares (makanan khas Lombok dari batang pisang yang biasa disajikan saat acara-acara besar). Anton mengatakan, saat penyelenggaraan WSBK pada 12-14 November 2021 ini, kebutuhan menu untuk tamu-tamu khusus ditangani langsung oleh vendor dari luar NTB. Vendor tersebut, jelas Anton, sudah juga berkoordinasi dengan asosiasi chef yang ada di NTB untuk dilibatkan.

“Mereka sudah kulonuwun, atau permisi. Dan akan melibatkan teman-teman di daerah yang biasa membuat menu khas tradisional kita,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 20 September 2021.

Anton menambahkan, sekitar 2.000 sampai 4.000 menu khusus lokal yang harus tersedia setiap kali makan. Jika tiga kali makan, sekitar 12.000 psc kebutuhannya. Untuk memenuhi permintaan tersebut, asosiasi chef Indonesia yang ada di NTB juga sudah menyiapkan SDM-SDM lokal. Bekerjasama dengan perguruan tinggi dan SMK-SMK yang menyedikan jurusan tata boga.

“Satu orang chef akan menghandel kebutuhan 10 orang. Atau kebutuhannya sekitar 400 orang. Kita sudah berkoordinasi juga untuk menyiapkan tenaga tenaga kita, baik dengan SMK, maupun perguruan tinggi,” jelas Anton.

Mereka yang akan dilibatkan adalah chef yang sudah memiliki sertifikat atau yang sudah disertifikasi. Agar menu tradisional yang dibuat benar-benar sesuai dengan citarasa menu lokal yang ada saat ini. Hanya saja, modifikasi dan standarnya minimal memenuhi ketentuan sajian untuk hotel bintang empat.

“Sudah juga kita siapkan. Tidak saja yang sudah disertifikasi. Tapi harus sudah divaksinasi dua kali, tidak boleh kalau vaksinasi hanya sekali,” imbuhnya.

Anton mengatakan, WSBK ini menjadi ajang untuk memperkenalkan, atau menunjukkan kuliner-kuliner lokal NTB. menu-menu lokal ini akan dimasak atau diolah pada satu lokasi khusus di KEK Mandalika. Sementara untuk penonton atau tamu regular lainnya, tentunya selera dan menu yang inginkan kembali kepada masing-masing.

“Kalau yang menginap di hotel, bisa dipesan langsung di masing-masing hotel,” demikian Anton.

Seperti diketahui, okupansi hotel saat penyelenggaraan WSBK nanti akan seratus persen di seluruh hotel yang ada di NTB. untuk melayani tamu-tamu di hotel ini, asosiasi chef Indonesia NTB sudah melakukan road show memberikan pelatihan-pelatihan kepada sekolah-sekolah kejuruan tata boga, pun kepada perguruan tinggi. Agar SDM lokal juru masak siap dan dilibatkan, tanpa harus mendatangkan dari luar.

“Chef-Chef kita Insya Allah sudah siap. Tapi terus kita lakukan persiapan dengan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SMK maupun perguruan tinggi yang membutuhkan,” demikian Anton. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional