WPS Paling Berisiko Kena AIDS

Selong (Suara NTB) – Jumlah Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terbilang cukup banyak. Identifikasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), jumlahnya sudah tercatat sebanyak 115 orang. Senin, 5 Desember 2016, KPA Lotim berkumpul dengan para pekerja yang terbilang sebagai kelompok paling berisiko terjangkit HIV-AIDS.

Sekretaris KPA Lotim, Thuhri menjelaskan, penularan HIV-AIDS ini paling banyak melalui jalur heteroseksual. Data 1.269 kasus HIV-AIDS di NTB dan 209 terpapar dari Lotim sejauh ini sebagian besar tertular melalui hubungan seksual. Jika tidak memproteksi diri, maka lambat laun bisa terjangkit.

Iklan

Seluruh WPS di Lotim diingatkan untuk tetap memeriksakan diri agar tidak terjangkit virus mematikan. Terlihat dari ratusan WPS di Lotim, sebagian besar merupakan usia-usia yang sangat produktif. “Terpenting tetap sehat dulu,” katanya.

Ia menjelaskan, HIV/AIDS ini tidak sama dengan penyakit lain. Penderita HIV/AIDS tidak terlihat. Beda dengan penyakit lain, kondusinya terdeteksi. HIV hanya bisa dideteksi melalui proses pemeriksaan di klinik-klinik Voluntary Concelling and Testing (VCT).

Sementara itu, menurut pengakuan salah satu WPS dalam pertemuan ini, terjerumusnya dirinya bersama teman-temannya, bermula dari broken home. Peliknya persoalan perekonomian keluarga membuat wanita-wanita produktif ini terjebak pada dunia seks bebas tersebut.

Perekonomian keluarga carut marut dan mereka putus sekolah. Besar harapannya, bisa keluar dan hijrah dari dunia gelap tersebut menjadi manusia biasanya. Akan tetapi, tidak adanya pilihan membuat mereka masih berada pada dunia tersebut.

Pihaknya mengharapkan ada permodalan yang bisa diberikan kepada mereka, sehingga tidak kembali ke dunia hitam. (rus)

Advertisement