WNA Perancis Kabur, Propam Intensif Periksa Anggota

Kabid Humas Polda NTB, I Komang Suartana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus kaburnya tahanan kasus narkoba jaringan internasional Dorfin Felix (36) membuat Polda NTB mengevaluasi internal. Khususnya sistem penjagaan gedung Rutan. Propam Polda NTB menyelidiki dengan memeriksa sejumlah anggota.

“Masih didalami kita masuk penyelidikan intern ke dalam. (Petugas) yang jaga, termasuk Kasubdit Tahanan,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol I Komang Suartana, Selasa, 22 Januari 2019.

Iklan

Penyelidikan terhadap internal anggota meliputi indikasi kelalaian sampai keterlibatan orang dalam, perihal kaburnya warga negara asing asal Perancis tersebut.

Sepanjang Selasa, 22 Januari 2019 kemarin, tahanan yang mendekam di Rutan Polda NTB bergiliran menghadap penyidik. Bukan pada kasus yang masing-masing menjerat mereka, melainkan soal kaburnya Dorfin.

“Termasuk tahanan. Kalau yang tahanan ini Reskrimum yang selidiki,” ucapnya. Pemeriksaan tahanan sebagai saksi yang turut berada di satu gedung dengan Dorfin.

Tangkap Lagi dengan Tindakan Tegas

Modus pelarian Dorfin dari sel lantai dua Rutan Polda NTB didalami juga dengan mengecek rekaman CCTV. Terungkap Dorfin masih beraktivitas di rutan Minggu, 20 Januari 2019. “Dari tanggal 21 ke belakang masih ada. Diperkirakan perginya malam sampai subuh (Senin 21 Januari)” ujar Suartana.

Dia menyebutkan rekaman CCTV yang terpasang mengarah ke lorong sel tahanan. Cakupan sorotan kamera hanya sebatas sampai lorong dimaksud. Rekaman tidak memantau gerak-gerik Dorfin di dalam sel.

“Tidak menghadap ke ruangan sel karena terkait privasi. Kami masih mencari bukti, apa yang dipakai untuk memotong terali,” ujarnya. Dari catatan kunjungan, sambung Suartana, Dorfin terakhir kali dibesuk penasihat hukum berikut seorang penerjemah. Itu pun hanya sebentar. Mereka juga nanti turut dalam pemeriksaan.

Perburuan Dorfin juga sudah sampai pada permintaan pencekalan keimigrasian. Polisi mewanti-wanti Dorfin untuk segera menyerahkan diri. “Kalau tetap melarikan diri nanti bisa kakinya (ditembak), kita lakukan tindakan sesuai aturan,” pungkasnya. (why)