WNA ’’Overstay’’ Mulai Didenda Pekan Depan

Pelayanan perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa akan berakhir Minggu, 20 September 2020. Tampak sejumlah WNA sedang mengurus izin tinggal di Kantor Imigrasi Mataram di Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi covid-19 sudah membuat sejumlah WNA terdampar di wilayah NTB. Aturan keimigrasian dilonggarkan kepada para pemegang bebas visa kunjungan. Namun, perpanjangan izin tinggal pada keadaan terpaksa itu selesai akhir pekan ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah menyatakan, WNA yang tidak memperpanjang visanya akan dikenai aturan sesuai sedia kala. “Dianggap overstay dan akan dikenai denda,” ucapnya, Jumat, 18 September 2020. Pedomannya Surat Edaran Dirjen Imigrasi yang diterbitkan 18 Agustus 2020. Yang pada intinya izin tinggal keadaan terpaksa akibat pandemi Covid-19 berlaku sampai 20 September 2020. “Harus mereka keluar. Kalau tidak, didenda Rp1 juta per-hari,” tegasnya.

Iklan

Penegakan aturan denda ini bagai simalakama. Sebabnya, penerbangan luar negeri masih terbatas. Ditambah lagi, 59 negara juga membatasi akses penerbangan dari Indonesia. Syahrif menimbang untuk memberi keringanan terhadap aturan denda tersebut. “Memang dilematis,” ujarnya. Untuk visa kerja, pemberi kerja diwajibkan untuk memperbarui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). RPTKA kepada Kemenaker RI itu sebagai dasar pemberian izin tinggal sementara.

Syahrif mencatat, sampai 15 September lalu masih ada 500 WNA di wilayah NTB yang sudah memperpanjang izin tinggalnya. Alasan memperpanjang diantaranya karena tidak bisa pulang akibat tidak ada penerbangan, serta masa berlaku dan atau halaman paspor habis. (why)