WNA Kerap Jadi Sasaran Curas, Polisi Pasang CCTV di Lokasi Rawan

Mataram (suarantb.com) – Kasus pencurian disertai kekerasan (curas) kerap menghantui warga negara asing (WNA). Kasus tersebut sebagian besar terjadi di Lombok Tengah (Loteng). Dalam bulan Januari hingga September 2016, sedikitnya 42 kasus curas dengan korban orang asing terjadi di Loteng.

Hal tersebut dinilai dapat mengganggu program wisata halal yang disokong Pemprov NTB. Sehingga pihak kepolisian bergegas mengantisipasinya dengan melakukan pemasangan CCTV di daerah-daerah rawan curas.

Iklan

“Pihak kepolisian telah melakukan pemasangan CCTV di daerah-daerah yang rawan kasus curas dan curanmor di Loteng,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti belum lama ini.

Selain melakukan pemasangan CCTV, polisi juga melakukan patroli di waktu-waktu yang dinilai rawan terjadinya kasus serupa. Khusus untuk wilayah Kute, Loteng yang kerap menjadi langganan aksi kejahatan curas, polisi melakukan peningkatan alat komunikasi di daerah tersebut.

“Selain itu kita juga mengintensifkan patroli tertutup dari Satreskrim Polres Loteng, dan membackup Polres Loteng dengan bantuan Dit Sabhara Polda NTB dan Ditreskrumum Polda NTB,” ungkap Tribudi.

Ditanya terkait faktor penyebab curas terjadi, menurut Tribudi, dugaan sementara kasus tersebut disebabkan faktor SDM dan ekonomi masyarakat. Mengingat masih banyaknya masyarakat miskin di beberapa wilayah di Loteng.

42 kasus curas tersebut terjadi di wilayah Loteng. Sementara di wilayah lain yang ada di NTB juga tidak luput dari kasus tersebut. Seperti contoh kasus yang ditangani Polres Mataram, November lalu, di mana pelaku yang juga seorang sopir travel diduga melakukan curas terhadap dua orang warga Belanda. (szr)

  Banyak Ruko Kosong di Mataram, Ini Pandangan Pengamat Ekonomi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here