WN Amerika Diduga Selundupkan Ganja ke Lombok

Elyas Ericson. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menetapkan warga negara asing (WNA) asal Amerika dengan inisial JDS sebagai tersangka penyelundupan narkotika ke Lombok. Pelancong tersebut diamankan setelah disinyalir menyelundupkan sabu ke Sekotong, Lombok Barat pada 6 November lalu. Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson, menerangkan status tersangka diberikan setelah cairan dalam botol yang menjadi barang bukti dipastikan mengandung cannabinoid.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan laboratorium, cairan yang kami amankan dari penangkapannya itu mengandung cannabinoid,” ujar Kasat Elyas saat memberi keterangan, Kamis, 19 November 2020. Sebagai informasi, cannabinoid adalah senyawa aktif yang biasa ditemukan pada tanaman ganja. Dalam istilah lainnya, cannoabinoid juga dikenal dengan sebutan tetrahydrocannabinol (THC).

Menurut Elyas, THC dalam bentuk cairan yang dibawa JDS saat diamankan masuk dalam kategori narkotika jenis tanaman golongan satu. Meskipun berbentuk cairan, penyalahgunaannya dianggap sama dengan penyalahgunaan ganja kering.

“Sangkaannya melanggar Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” jelas Elyas. Termasuk untuk kepemilikan satu poket kecil berisi ganja kering yang diamankan dari hasil penggeledahan JDS di lokasi penangkapan.

Diterangkan, berdasarkan hasil interogasi JDS mengaku kedua paket tersebut dikirim oleh mertuanya dari Belanda. Ganja yang dikirim akan digunakan untuk merayakan pesta ulang tahun istrinya yang berada di Lombok. Atas kasus tersebut, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman. Termasuk memeriksa istri JDS. “Jadi sekarang si bule Amerika itu kita tahan sejak dia ditetapkan sebagai tersangka. Untuk istrinya masih saksi,” tandas Elyas. (bay)