Wisatawan Kagumi Konsistensi Masyarakat Sade Lestarikan Budaya

Mataram (Suara NTB) – Perkembangan zaman membuat banyak generasi muda lupa tentang budayanya, meski masih ada pula yang berusaha mengembangkannya. Salah satu budaya dan adat yang masih dijaga rapi oleh masyarakatnya, adalah budaya yang ada di Dusun Sade yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

Dusun Sade menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat ini. Kebudayaan yang ada di desa ini menjadi salah satu ciri khas dan seolah-olah menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang. Tidak sedikit wisatawan yang terkesan dengan keunikan dusun ini. Terlebih kaitannya dengan budaya yang masih tetap dirawat di tengah berkembangnya teknologi saat ini.

Iklan

“Melihat kehidupan mereka yang kental dengan budaya dan adat membuat saya kagum. Mereka adalah penyelamat budaya yang saat ini mulai ditinggalkan banyak orang,” wisatawan asal Semarang Andi Darmawan, di Mataram,  Senin, 22 Januari 2018.

Ia melihat proses pembuatan kain tenun secara tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat Sade. Namun ia meyakini bahwa hasil kain yang ditenun akan lebih baik  daripada yang dibuat mesin. Selain itu juga, ia terkesan karena rumah-rumah di Dusun Sade masih tradisional. Ini membuatnya yakin bahwa masyarakat yang memegang teguh budayanya menjadi lebih sopan dan ramah kepada siapa saja.

“Yang saya maksud adalah, mereka ini menjalankan kehidupannya secara tradisional dan mereka mencintai budaya mereka. Saya ingin tahu seperti apa mereka didoktrin oleh orang tua mereka hingga mereka tidak tergiur oleh hal-hal modern yang membuatnya lupa dengan budayanya,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dusun Sade, Kurdap Slake mengatakan bahwa masyarakatnya masih sangat mengedepankan kearifan lokal.  Berbagai cara dilakukan untuk membuat masyarakat di desa ini tetap menjaga dan melestarikan budayanya. Ini juga dilakukan kepada generasi muda di desa ini. Orang tua memberikan pandangan kepada anak muda agar terus melestarikan budayanya.

Setiap hari ratusan wisatawan mendatangi tampat ini, untuk sekadar melihat-lihat dan ada pula yang berbelanja. Pasalnya tempat ini juga menyediakan aneka kerajinan tangan yang dibuat langsung oleh warga di Desa Sade. Meski pekerjaan utama masyarakat di dusun ini adalah bertani, namun kecintaan terhadap budaya dan kesenian tidak pernah dilupakan. (lin)