Wawali Bima Tak Ditahan Sejak Berstatus Tersangka Hingga Terdakwa

0
Dirman. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bima Kota pada Bulan November 2020 dalam kasus pembangunan dermaga Bonto yang diduga tidak berizin, Wakil Walikota (Wawali) Bima, Feri Sofiyan, SH, belum ditahan.

Bahkan saat yang bersangkutan berstatus sebagai terdakwa dan kasusnya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bima, orang kedua di Pemerintahan Kota Bima ini pun tak kunjung ditahan.

IKLAN

Belum ditahannya Wawali sebagai terdakwa tersebut juga diakui Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima melalui Kasi Intelejen, Dirman SH. Namun tidak dijelaskan alasan tidak dilakukan penahanan sampai saat ini.

Dirman menjelaskan, jika seorang terdakwa tidak ditahan, masa hukumannya nanti takkan dihitung apabila terbukti bersalah. Beda halnya, terdakwa sudah berstatus tahanan Kota, akan tetap dihitung satu pertiga dari masa hukuman yang divonis.

“Jika terbukti dan divonis bersalah dan dihukum nanti, masa penahanan takkan dipotong, karena terdakwa tak menjalani penahanan di polisi dan kejaksaan,” ujarnya.

Dirman menegaskan, kasus pembangunan dermaga Bonto sudah memenuhi unsur hukum. Selain itu semua tahapan sudah dilewati, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan hingga ditetapkan tersangka oleh pihak Polres Bima Kota. “Dan saat ini kasusnya masuk tahap persidangan. Rencananya sidang dilanjutkan Rabu, 30 Juni 2021 dengan agenda keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Dirman menambahkan, terdakwa diproses hukum karena mendirikan bangunan dermaga pribadi diatas lahan milik negara. Selain itu, terdakwa juga membangun dermaga tidak mengantongi izin lingkungan hidup termasuk IMB.

“Perbuatan terdakwa diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana yang diubah dengan pasal 22 angka 36 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal maksimal 1,5 tahun penjara,” pungkasnya. (uki)