Waspadai Pohon Tumbang dan Gelombang Pasang

Satgas Dinas Perkim Kota Mataram melakukan perantingan terhadap pohon di ruas jalan kota guna menghindari pohon tumbang akibat angin yang bertiup kencang beberapa hari terakhir. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Angin kencang yang terjadi di Kota Mataram beberapa hari terakhir dikhawatirkan meningkatkan potensi bencana seperti pohon tumbang dan gelombang pasang. Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyiagakan 60 orang personel untuk melakukan patroli memantau perkembangan aktivitas cuaca tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, menerangkan sampai saat ini perubahan cuaca yang terjadi memang belum memberikan dampak ekstrem pada gelombang laut. Ditandai dengan nelayan yang masih tetap melaut seperti biasanya.

Iklan

“Beberapa hari belakangan ini angin memang agak kencang. Kemarin saja di pagi hari cukup kencang. Mungkin ini bagian dari situasi siaga kekeringan yang sekarang sedang terjadi,” ujar Mahfuddin, Jumat, 28 Agustus 2020.

Berdasarkan catatan pihaknya, sampai saat ini terjadi satu kasus pohon tumbang di Jalan Pariwisata Mataram. Menurutnya, selain karena kondisi angin kencang pohon yang tumbang tersebut memang merupakan pohon yang terbilang cukup tua.

“Kita berharap tidak ada musibah atau bencana yang terjadi. Melihat cuaca yang seperti ini, kita harus siaga. Paling tidak di pohon tumbang, kemudian juga adanya gelombang pasang,” jelasnya.

Meski tidak ada kerusakan parah yang terjadi, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi-potensi kebencanaan yang mungkin terjadi. “Yang pasti saat ini kita sedang siaga kekeringan. Tapi kekeringan itu seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak terlalu signifikan dampaknya di Kota Mataram,” ujar Mahfuddin.

Terkait kekeringan, berdasarkan data dari Dinas Pertanian yang diterima pihaknya saat ini hanya 30 persen lahan pertanian yang terdampak dengan berkurangnya air. Jumlah tersebut menurutnya masih dapat ditanggulangi.

Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Desi Megawati, menerangkan kecepatan angin untuk Kota Mataram hingga 30 Agustus mendatang rata-rata 30 Km/jam. “Suhu udara sekitar 23-32 drajat, dan kelembaban udara antara 65-90 persen,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Kota Mataram sampai dengan 30 Agustus mendatang didominasi cuaca cerah berawan. Selain itu, pada sore hingga malam hari diperkirakan dapat terjadi hujan lokal di seluruh kecamatan. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional