Waspadai Penyelundupan Narkoba Bermodus Jadi TKI

Inspektur Pada Inspektorat NTB, M. Agus Patria (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penangkapan tiga warga NTB di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa, 19 Februari 2019 lalu, penting dicermati. Bahwa modus menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bisa jadi alasan untuk menyelundupkan narkoba.

Berangkat dan pulang dengan paspor TKI patut diwaspadai sebagai modus baru. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB meminta otoritas bandara dan aparat keamanan mencermati modus ini.

Iklan

‘’Ini contoh kasus bahwa narkoba sangat berbahaya bisa masuk semua kalangan. Bisa jadi mereka pemakai pemula tapi karena kebutuhan mengkonsumsi narkoba. Akhirnya memaksakan mereka yang tidak punya uang ikut menjual narkoba, termasuk dengan modus menjadi TKI ini,’’ kata Kepala Disnakertrans NTB, M. Agus Patria, SH.,MH kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Tiga warga Lombok LRA (33) asal Praya Lombok Tengah, ditangkap dengan barang bukti 314 gram sabu sabu, BNK (31) juga asal Praya namun nihil barang bukti.  Diamankan juga LS (30) asal Pujut Lombok Tengah barang bukti 306 gram sabu, dan Sum (42) asal sama dengan barang bukti 526 gram sabu.  Mereka ditangkap saat hendak berangkat dari  Batam, transit Surabaya, tujuan Lombok.

Menurut  Agus Patria, bila melihat jumlah barang bukti, kuat asumsinya para oknum TKI itu punya jaringan dengan bandar dari luar. Namun menurutnya, itu akan tergantung penyelidikan BNN setempat. ‘’Kita bisa mengetahui apakah mereka bandar yang sesungguhnya atau pihak yang dimanfaatkan oleh bandar narkoba itu,’’ ujarnya.

Selain modus itu, TKI juga rawan diperalat sebagai penyelundup narkoba dari luar. Mereka mendapat imbalan dari bandar luar, dengan harapan barang bisa sampai tujuan  melalui perantara tertentu setelah tiba di bandara.

Meski ditangkap membawa sabu, baginya oknum warga itu tetap harus diberikan pembelaan. Ia mendorong pihak terkait memberikan pendampingan mengingat ancaman pidananya yang cukup berat. (ars)