Waspadai Kasus Covid-19 Impor, Pusat Turunkan Tim Pantau Prokes di Gelaran WSBK Mandalika

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat menjadi atensi serius Pemerintah Pusat dalam gelaran World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit,  19 – 21 November mendatang. Penerapan prokes yang ketat dalam rangka mewaspadai kasus-kasus Covid-19 impor.

‘’Makanya pengamanan dan penerapan prokes menjadi atensi. Bahkan Pusat akan menurunkan tim nanti untuk memantau prokes dan penggunaan  PeduliLindungi saat event WSBK itu,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 5 November 2021.

Iklan

Fikri mengatakan, penerapan prokes benar-benar akan dilakukan secara ketat. Apalagi event WSBK, pembalap dan tim ofisial berasal dari berbagai negara. ‘’Yang kita waspadai kasus-kasus (Covid-19) impor. Sehingga prokes ketat harus kita berlakukan,’’ imbuhnya.

Kaitan dengan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, Fikri mengatakan aturannya sedang digodok di pusat. Bagi yang sudah vaksin dua kali dan negatif hasil PCR, akan dikarantina selama 3 hari. Sedangkan yang negatif PCR/Antigen dan baru divaksin sekali, maka karantina akan dilaksanakan selama 5 hari.

Disebutkan, ada tiga pintu masuk menuju sirkuit. Di tiga pintu masuk tersebut, prokes akan dilakukan secara ketat. Penonton yang bisa masuk hanya mereka yang sudah vaksin dua kali serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Untuk menghindari penumpukan penonton yang melaksanakan tes antigen, Fikri berharap penonton dapat melakukan pemeriksaan pada 88 faskes yang ada. Kemudian untuk tes PCR, sudah ada 9 laboratorium yang terdaftar dan memiliki izin di NTB. Saat gelaran WSBK, kata Fikri, kapasitas pemeriksaan tes PCR bisa sampai 2.000. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional