Waspadai, Ini Ciri-Ciri Investasi Bodong

Mataram (suarantb.com) – Mencegah maraknya pelaku investasi bodong yang memanfaatkan keluguan dan ketidaktahuan masyarakat, perlu kiranya ciri-ciri penipuan berkedok investasi ini diketahui. Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri, terdapat ciri mencolok dari investasi ini.

Pelaku sebutnya melakukan perekrutan anggota yang kemudian ditugaskan mencari downline atau anggota baru.

Iklan

“Modelnya itu seperti bisnis Multi Level Marketing (MLM),” katanya.

Jika member tersebut tidak mendapatkan downline, uang yang dibayarkannya tidak akan kembali. Sebab skema ini akan runtuh jika tidak ada investor-investor baru yang terjaring. Inilah ciri utama dari investasi bodong.

Selain itu, iming-iming bunga yang tinggi atau untung yang banyak selalu menyertai penipuan ini. Bahkan ada yang menjanjikan tiap bulan keuntungan yang didapat bisa mencapai 20-30 persen.

“Jangan tergiur dengan bunga yang besar atau hasil yang besar. Ada yang sampai janji dapat bunga 20-30 persen. Jangan¬† tergiur, perhatikan risikonya. Kita tanam Rp 10 juta tiap bulan katanya dapat Rp 1 juta sampai Rp1,5 juta katakan, mana ada itu,”¬† terangnya.

Yusri meminta masyarakat untuk belajar dari kasus-kasus investasi bodong yang muncul di media. Seperti kasus Koperasi Pandawa, dimana triliunan uang masyarakat berhasil dihimpun pelaku.

Tahun ini saja, OJK RI telah mengeluarkan rilis 80 perusahaan investasi bodong. Mulai dari yang ilegal hingga yang diragukan legalitasnya. Dari 80 ini, sudah ada yang melakukan kegiatan di NTB. Hanya saja, ia belum memiliki data pasti terkait jumlah investasi bodong di NTB.

“Untuk yang di NTB saya belum mempunyai data pasti, tetapi di antara yang 80 itu ada cabangnya di NTB. Masyarakat harus selalu hati-hati dan waspada memilih tempat investasi,” pesannya. (ros)