Waspadai Gelombang Pasang di Pesisir Mataram

Seorang nelayan di Kelurahan Bintaro Ampenan memperbaiki jaring tangkap. Kondisi cuaca dengan hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Kota Mataram beberapa hari terakhir salah satunya memberi dampak pada nelayan, terutama untuk memastikan keselamatan saat melaut.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengatensi hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap waspada untuk potensi genangan, luapan air, pohon tumbang, hingga gelombang pasang.

“Terkait cuaca selama dasarian terakhir sesuai prakiraan BMKG memang curah hujan di Kota Mataram terjadi dari sedang-lebat. Walaupun sekarang harusnya masih musim panas, perubahan curah hujan ini memang terjadi sehingga kita perlu tetap waspada,” ujar Kepala BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, Senin, 13 setember 2021.

Iklan

Untuk mengantisipasi potensi bencana pihaknya juga mengaktifkan patroli petugas, khususnya untuk memantau daerah pesisir sekaligus melihat titik-titik genangan yang ada. “Terutama ini kita mengimbau nelayan yang ada di Mataram agar menyesuaikan waktu melaut dengan kondisi yang terjadi,” jelasnya.

Berdasarkan informasi BMKG yang diterima pihaknya, di wilayah NTB memang terdampak Tropical Storm “Conson” yang terjadi di Manila Filipina dan Tropical Storm “CHANTHU” di perairan Filipina. Angin kencang dengan kecepatan maksimum hingga 40 km/jam dapat terjadi akibat perbedaan signifikan tekanan udara di belahan bumi utara dan tekanan tinggi di belahan bumi selatan. Yaitu tropical storm di Filipina 998HPA, 1000HPA dan tekanan tinggi 1037HPA di Australia.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan terjadi di sekitar wilayah NTB hingga tiga hari kedepan, termasuk di Kota Mataram. Untuk itu masyarakat diharapkan lebih waspada untuk potensi-potensi angin kencang yang dapat menimbulkan potensi bencana.

“Ketinggian gelombang kita juga sempat tinggi minggu lalu. Sampai penyeberangan di Selat Lombok sempat buka-tutup, tapi untungnya sekarang sudah normal. Kemarin di perairan di Ampenan saja ombaknya bisa setengah sampai 2,5 meter,” ujar Mahfuddin.

Salah seorang nelayan di Ampenan, Saleh menyebut cuaca yang terjadi memang mengkhawatirkan. Terutama untuk hujan yang sering terjadi sejak siang sampai dengan malam hari beberapa waktu terakhir.

“Tapi tetap saja kita melaut kalau hujannya tidak besar sekali. Kecuali kemarin sempat ombak besar, itu kita tidak pergi minggu kemarin,” ujarnya kepada Suara NTB. Menurutnya, cuaca saat ini termasuk pancaroba. Untuk itu dirinya menyesuaikan waktu melaut dengan kondisi cuaca setiap harinya.

Untuk tangkapan ikan sendiri disebutnya tidak menentu. Namun kondisi tersebut menurutnya terbilang masih wajar. “Kadang dapat lumayan, kadang sedikit. Masih begitu-begitu saja kalau hasil tangkapan,” jelasnya. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional