Waspadai Gelombang Ketiga, NTB Tetap Siagakan 26 RS Darurat Covid-19

H.L.Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – NTB tetap menyiagakan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 meskipun jumlah kasus terus melandai. Apalagi sekarang di sejumlah negara di dunia sedang dilanda gelombang ketiga Covid-19.

Jumlah RS Darurat Covid-19 di NTB berdasarkan surat keputusan gubernur sebanyak 26 buah. Tersebar di provinsi dan sembilan kabupaten/kota di NTB.

Iklan

‘’RS Darurat masih disiagakan sebagai antisipasi. Sampai saat ini untuk RS Darurat, belum ada penutupan secara resmi. Walaupun sudah terjadi penurunan kasus Covid-19,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 6 Oktober 2021.

Ia menyebutkan ada 26 RS Darurat Covid-19 di NTB yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan gubernur. Dengan rincian, RS Darurat yang disiapkan Pemprov NTB sebanyak 12 buah. Kemudian Kota Mataram 3 RS Darurat, Lombok Barat 1 RS Darurat, Loteng 1 RS Darurat, Lotim 4 RS Darurat, Sumbawa 1 RS Darurat, KSB 1 RS Darurat, Dompu 2 RS Darurat dan Bima 1 RS Darurat.

‘’Sampai saat ini kami belum menutup itu. Artinya, belum mencabut keputusan gubernur tersebut. Karena kita masih dalam kondisi pandemi. Pemerintah Pusat juga masih menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Artinya, ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita saja,’’ terang Fikri.

Mantan Direktur RSUD NTB ini menjelaskan meskipun jumlah kasus Covid-19 sudah menurun. Tetapi keberadaan RS Darurat sebagai antisipasi. “Karena potensi gelombang ketiga juga harus kita Waspadai. Di dunia sekarang puncaknya gelombang ketiga Covid-19,” tuturnya.

Secara nasional, kata Fikri, kasus Covid-19 memang terjadi tren penurunan. Tetapi sebagai bentuk kewaspadaan, berbagai kemungkinan terburuk tetap disiapkan. ‘’Jadi kami sampai saat ini masih menyiapkan RS Darurat,’’ tambahnya.

Meskipun saat ini, RS Darurat yang disiapkan belum ada pasien yang dirawat. RS Darurat Covid-19 seperti Wisma Tambora dapat dimanfaatkan seperti biasa, sebagai tempat pelatihan. Namun, ketika kasus Covid-19 meningkat, sudah disiapkan RS Darurat Wisma Tambora.

‘’ Seperti Wisma Tambora, sekarang sudah digunakan sebagai tempat pelatihan. Tetapi secara regulasi, tetap kita siapkan sebagai RS Darurat,’’ katanya.

Saat ini, kata Fikri, RS Darurat Covid-19 yang masih ada pasiennya adalah RS Darurat Asrama Haji. Namun, jumlah pasien yang dirawat tinggal 3 orang. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional