Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Puncak Musim Hujan

Ilustrasi cuaca buruk (Suara NTB/Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Selain panas suhu udara akibat gerak semu matahari, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di NTB pada musim hujan. Di mana, potensi hujan lebat terjadi pada dasarian I (10 hari) dan II Januari 2019. Potensi cuaca ekstrem ini bisa memicu banjir dan longsor.

Dari monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), di NTB didominasi kategori sangat pendek, sehari dan maksimal 10 hari hari tanpa hujan. Bahkan sebagian wilayah di NTB sudah masuk curah hujan tinggi.

Iklan

Menurut Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Wakodim, SP, pengamatan curah hujan di Dasarian I masih tergolong normal. Secara umum di Pulau Lombok, katanya, kurang dari 50 mm per dasarian.  Sedangkan di Pulau Sumbawa rendah hingga  menengah, antara  51 sampai  150 mm per dasarian.

Analisis curah hujan didasarkan pada pengamatan sampai dengan tanggal 10 Januari 2019 di Kabupaten/Kota Bima berkisar antara 0 – 300 mm, Dompu berkisar antara 0 – 300 mm, Kota bima berkisar antara 21 – 300 mm, Lombok barat berkisar antara 11 – 200 mm, Lombok tengah berkisar antara 21 – 300 mm, Lombok timur berkisar antara 21 – 300 mm, Lombok utara berkisar antara 51 – 200 mm, Mataram berkisar antara 11 – 50 mm, Sumbawa berkisar antara 0 – 200 mm, Sumbawa barat berkisar antara 0 – 150 mm.

Pada dasarian II juga juga berkisar sama.  Namun peluang terjadinya hujan pada dasarian II Januari 2019 di seluruh wilayah NTB masih tinggi. Hasil analisis, hujan dengan kategori rendah  >20 mm/dasarian dan menengah  >50 mm/dasarian.

“Sementara untuk hujan dengan kategori tinggi  lebih dari  100 mm per dasarian,  dominan memiliki peluang 30 sampai 100  persen terjadi di seluruh wilayah NTB,” paparnya.

Wakodim juga menjelaskan kondisi  kondisi dinamika atmosfer. Dimana, aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia sudah didominasi oleh angin baratan. Sedangkan kondisi suhu muka laut di perairan NTB masih menunjukan kodisi cenderung normal. Sementara kondisi suhu muka laut di Samudera Pasifik saat ini menunjukan ada indikasi El Nino dengan intensitas Lemah.

“Analisis angin menunjukkan angin Baratan sudah mendominasi wilayah NTB. Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya peluang terbentuknya awan – awan konvektif hujan di sebagian besar wilayah NTB,” paparnya.

Dijelaskan juga, pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sedang tidak aktif di wilayah benua maritim menyebabkan wilayah subsiden atau kering mendominasi dan kurang mendukung peluang pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

“Soal dampak, sebagaimana penjelasan sebelumnya,  dengan kondisi Provinsi NTB yang sudah mulai memasuki musim hujan, perlu diwaspadai terjadinya angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor di wilayah – wilayah bantaran sungai serta di wilayah perbukitan yang rawan longsor,” paparnya.

BMKG Stasiun Klimatologi BIL juga mengeluarkan peringatan dini cuaca sejak 14 sampai 20 Januari mendatang. Potensi hujan lebat hingga sedang terjadi di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu, Bima.

‘’Potensi hujan dengan intensitas ringan hampir terjadi di seluruh wilayah NTB, pada siang hingga malam hari,’’ jelas Prakirawan BIL Desi Megawati.

Suhu udara disebutnya antara 23 sampai 34 0C. Sementara angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari Barat Daya hingga Barat Laut, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 Km/jam.  (ars)