Waspadai Angin Kencang Tiga Hari Kedepan

Angin kencang menumbangkan salah satu pohon angsana berusia puluhan tahun di Jalan HOS Cokroaminoto tumbang, Selasa, 7 September 2021. Kondisi angin kencang diprediksi masih akan terjadi 2-3 hari kedepan di seluruh wilayah NTB, termasuk Kota Mataram.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Angin kencang yang bertiup di Kota Mataram menumbangkan salah satu pohon angsana di Jalan HOS Cokroaminoto. Angin kencang diprediksi masih akan terjadi tiga hari kedepan. Pada Selasa, 7 September 2021, pohon berusia puluhan tahun yang diduga telah lapuk tersebut jatuh menimpa kendaraan yang terparkir di Lapas Perempuan Mataram, tepat di samping kantor Gubernur NTB.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 Wita. Ini memang merupakan pohon yang sudah tua,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Mataram, Saharudin saat ditemui di lokasi kejadian. Berdasarkan catatan pihaknya, pohon tumbang tersebut tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Namun beberapa kendaraan operasional baik motor dan mobil Lapas Perempuan Mataram ringsek setelah tertimpa.

Iklan

“Di sini memang harus ada perampingan, kaitan dengan jalan utama yang lalu lintas setiap hari ada. Sedangkan pohon di sini sudah tua-tua. Kita mengantisipasi pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas,” jelas Saharudin.

Selain menanggulangi pohon yang tumbang, pihaknya juga melakukan perampingan untuk pohon-pohon yang masih kokoh berdiri untuk menghindari kejadian serupa. Berdasarkan informasi BMKG yang diterima pihaknya, di wilayah NTB memang terdampak Tropical Storm “Conson” yang terjadi di Manila Filipina dan Tropical Storm “CHANTHU” di perairan Filipina.

Angin kencang dengan kecepatan maksimum hingga 40 km/jam dapat terjadi akibat perbedaan signifikan tekanan udara di belahan bumi utara dan tekanan tinggi di belahan bumi selatan. Yaitu tropical storm di Filipina 998HPA, 1000HPA dan tekanan tinggi 1037HPA di Australia.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan terjadi di sekitar wilayah NTB 2-3 hari ke depan. Untuk itu masyarakat diharapkan lebih waspada untuk potensi-potensi angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan, penyeberangan, maupun kecelakaan seperti pohon tumbang dan lain-lain.

Pantauan Suara NTB di lapangan, penanganan pohon tumbang dan perampingan dilakukan bersama-sama oleh petugas dari BPBD Kota Mataram, DLH Kota Mataram, dan Dishub Kota Mataram. Dengan begitu penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

“Kita lakukan pemotongan semua pohonnya bersama DLH dan BPBD. Semoga bisa selesai hari ini. Di sepanjang jalan ini (Jalan HOS Cokroaminoto, Red) memang seharusnya ada peremajaan untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Semua pohonnya di jalan utama perlu peremajaan memang, “ tandas Saharudin.

Gelombang Pasang

BPBD juga mengimbau masyarakat yang berada di garis sembilan kilometer Pantai Ampenan untuk mengantisipasi terjadinya gelombang setinggi empat meter lebih. Dalam kondisi cuaca ekstrem ini, nelayan sementara waktu diminta tidak melaut.

Kepala BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor menerangkan, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi cuaca ekstrem yakni angin disertai hujan serta gelombang tinggi di beberapa wilayah termasuk di Kota Mataram.

Beberapa hari terakhir, gelombang pasang setinggi 2 – 4,5 meter terjadi di Selat Alas. Bahkan, pelayanan penyebrangan antara Kayangan – Poto Tano dilakukan buka tutup oleh otoritas setempat. Hal ini dilakukan demi keselamatan penumpang. “Iya, memang belakangan ini cuaca agak ekstrem hujan disertai angin kencang dan gelombang mulai tinggi,” kata Mahfuddin.

Perubahan cuaca ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama para nelayan yang berada di sepanjang garis sembilan kilometer Pantai Ampenan. Mahfuddin mengingatkan, nelayan agar tidak melaut. Meskipun nelayan di Ampenan terbiasa dengan kondisi tersebut, tetapi perlu waspada agar tidak terjadi korban jiwa. “Kita ingatkan nelayan kita supaya jangan turun melaut dulu,” imbaunya.

Perkembangan cuaca terus dipantau setiap harinya. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan bila terjadi potensi cuaca ekstrem. Di samping itu, personel akan disiagakan 24 jam memantau situasi di lapangan. Apabila terjadi cuaca memburuk, personel telah siaga membantu masyarakat serta berkoordinasi dengan instansi teknis, camat dan lurah untuk segera mengevakuasi warga.

Selain itu, logistik akan disiapkan bilamana terjadi kondisi memburuk di lapangan. Beberapa hari kedepan, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak. (bay/cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional