Waspada, Pencurian Ternak Kembali Marak di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan SIK, menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan ekstra terhadap hewan ternak yang ada. Pasalnya pencurian ternak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali terjadi. Bahkan kasus tersebut cenderung marak terjadi. Bahkan dalam sehari empat ekor sapi bisa berpindah tangan. Beberapa hari yang lalu juga sempat diamankan empat orang terduga pelaku di Kecamatan Seteluk. Para terduga pelaku-pelaku ini juga merupakan orang lokal yang mengambil kesempatan untuk melalukan pencurian.

“Saya harapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada, tingkatkan pengawasan terhadap ternaknya, serta laksanakan ronda malam,” ungkap Kapolres kepada Suara NTB, Senin, 10 Oktober 2016.

Iklan

Ia menyebutkan, dengan semakin maraknya kasus pencurian ternak ini, pihaknya akan mengintensifkan pengamanan dan pengawasan. Termasuk melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang berada di wilayah KSB. Selain upaya pengamanan, pihaknya juga melakukan upaya preventif (pencegahan) seperti tetap menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk saling mengamankan wilayah. Baik itu melalui pengintensifan Poskamling atau melakukan ronda baik siang maupun malam hari.

Selain itu, Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan kartu ternaknya kepada siapapun. Pasalnya modus tersebut kerap digunakan oleh para pelaku untuk melakukan penjualan ternak hasil curian. ” Kita sudah berhasil mengungkap modus penjualan ternak dari hasil curian seolah-olah legal karena bisa menunjukan kartu ternaknya,” ujarnya.

Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK, Senin (10/10) menyebutkan, pengungkapan kasus pencurian ternak dengan modus tersebut terungkap ketika pada hari, Sabtu (8/10) salah seorang pemilik ternak DC melaporkan bahwa empat ekor sapinya hilang dicuri. Dari jumlah tersebut, DC memiliki dua ekor sapi dan KH juga dua ekor sapi. Mendapat informasi tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke rumah potong hewan (RPH) Poto Tano. Setelah tiba di lokasi pihaknya berhasil bertemu dengan H (Tukang jagal). Hasil pengakuan H, ia  menyebutkan pernah ada transaksi jual beli sapi sebanyak empat ekor yang berasal dari desa Kertasari kecamatan Taliwang.

Setelah dilakukan pengecekan pihaknya kembali menemukan satu ekor sapi betina yang masih terikat di RPH. Setelah dilakukan pengecekan ternyata sapi tersebut merupakan sapi yang sempat dilaporkan hilang. Hal tersebut diketahui setelah ditemukannya luka robek di salah satu telinga sapi yang sengaja dibuat oleh pemilik sapi. Setelah dirasa cocok dengan apa yang dilaporkan korban, pihaknya lansung menghubungi pelapor untuk mencocokan. Hasil pengakuan pelapor sapi tersebut merupakan sapinya. Setelah ditanyakan kembali kepada H bahwa sapi tersebut di beli dari pelaku S (41) yang beralamat di RT 09/RW 04 labuhan Kertasari, Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang.

“Saat ini S ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian hewan ternak ini,” ungkapnya. Saat ini tersisa dua ekor sapi yang diamankan. Sementara dua ekor sapi lainnya sudah dipotong.

Disebutkannya, awalnya S ini tidak mengakui perbuatannya, bahkan ia mencoba membela diri dengan menunjukan surat-surat ternak yang ada. Namun pembelaan dirinya tersebut pupus setelah para korban ini tidak mengakui telah melakukan penjualan terhadap sapi-sapi tersebut. “Hasil pengakuan pemilik ternak ini tidak pernah menjual kepada S ini,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, motif dari pelaku ini, setelah mencuri sapi tersebut, ia meminjam kartu hewan kepada pemilik hewan yang dicuri untuk dilakukan registrasi hewan ternak ini. Merasa percaya dengan gelagat terduga pelaku ini, akhirnya para korban memberikan kartu tersebut kepada terduga. Bahkan ketika memberikan kartu tersebut, para korban tidak menaruh curiga kepada pelaku. Mengingat para pemilik ternak ini belum melakukan register terhadap hewan-hewannya. Setelah diberikan kartu, terduga ini langsung menjual sapi-sapi tersebut. (ils)