Waspada Dampak Bencana Pada Peralihan Musim di NTB

Peta Analisis yang menunjukkan curah hujan mulai rendah di NTB. (sumber : BMKG)

Mataram (Suara NTB) – Curah hujan di NTB semakin berkurang. Catatan BMKG pada dasarian II Maret, umumnya dalam kategori rendah hingga menengah. Kondisi ini disebut peralihan musim menuju Hari Tanpa Hujan (HTH) yang lebih panjang. Masyarakat diminta waspada bencana seperti angin puting beliung dan kekeringan.

Sejauh ini curah hujan kategori tinggi hanya terjadi di sebagian wilayah Lombok Barat bagian Selatan dan Lombok Barat bagian  Utara. Terpantau curah hujan kategori tinggi juga terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Sumbawa Barat bagian Barat. Curah Hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Narmada sebesar 227 mm/dasarian.

Iklan

‘’Sifat hujan pada dasarian II Maret 2020 ini, umumnya atas normal hampir di seluruh wilayah NTB,” kata Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Ni Made Adi Purwaningsih.

Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut memang belum nampak signifikan. Sejauh ini  HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur sepanjang 7 hari.

Alasan semakin berkurangnya hujan,  dijelaskan Ni Made Adi Purwaningsih, akibat aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin baratan. Namun situasi ini sudah mulai melemah dan beralih menjadi angin timuran. Pergerakan Madden Julian Oscalliation (MJO) atau gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia, saat ini sedang tidak aktif di Benua Maritim.

‘’Hal ini mengurangi potensi pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah NTB,’’ jelasnya. Peningkatan ataupun penurunan curah hujan juga bisa didukung oleh faktor topografi dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Sehingga analisis pihaknya, peluang curah hujan pada Dasarian III pada kategori lebih rendah hingga menengah. ‘’Peluang terjadi hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian, besarnya 80 sampai 90  persen. Kemudian peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar kurang dari 60 persen. ini hampir seluruh wilayah NTB,’’ ujarnya.

Dengan kondisi yang diprediksi akan memasuki peralihan musim di wilayah NTB, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti.  Hujan lebat, angin kencang, angin puting beliung dan tanah longsor, termasuk kekeringan. (ars)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional