Warung Wakaf, Model Baru Berjamaah dalam Muamalah

WARUNG WAKAF - Branch Manager ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian membuka pintu warung wakaf, sebagai penanda warung sudah dapat beroperasi. (Suara NTB/Humas ACT NTB)

Giri Menang (Suara NTB) – Pasca gempa yang melanda Lombok beberapa waktu yang lalu, kehidupan masyarakat masih lumpuh. Baik dari segi sosial, pendidikan hingga ekonomi. Mengatasi hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak cepat, dengan membangun shelter hunian, masjid sementara, hingga mendirikan warung wakaf.

“Yang terpenting untuk kebangkitan Lombok ini ialah, kita bangkitkan ekonomi masyarakat. Jika ekonomi kuat, maka dengan sendirinya masyarakat bisa bangkit,” ungkap Branch Manager ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian, saat membuka acara peresmian Warung Wakaf yang berada di Dusun Guntur Macan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Lombok Utara, Senin (22/10) kemarin.

Iklan

Dalam acara yang terpusat di Masjid Quba Guntur Macan ini, Alfian menyampaikan, ACT yang selama ini sudah memulai aksi sejak pertama gempa, kini sudah memulai program tahap pemulihan. Dimana tahap ini, ACT akan membangkitkan kembali beberapa sektor utama masyarakat, seperti di bidang ekonomi dan keagamaan.

Menurutnya, ketika ekonomi masyarakat kuat, maka pemulihan pun akan lebih cepat. Dimana transaksi terus dilakukan, masyarakat terus bekerja, sehingga roda ekonomi terus berputar, dan masyarakat dapat melupakan seluruh beban pasca gempa.

“Jika dalam sholat saja kita akan mendapat ganjaran 27 derajat saat berjamaah, bagaimana dengan saat kita bermuamalah. Tentu tak hanya akan mendatangkan pahala, namun juga kemaslahatan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Warung Wakaf ini memiliki konsep yang unik. Dimana masyarakat berbelanja, namun juga berwakaf. Karena setiap keuntungan yang dihasilkan dari warung wakaf, akan dijadikan Warung Wakaf sejenis. Sehingga, nantinya masyarakat tak hanya berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, namun sebagai dapat sebagai ladang amal untuk berinfak.

Selain itu, warung yang diisi dengan 300 jenis barang ini, akan dikelola sepenuhnya oleh masjid. Dimana keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan, nantinya akan dimasukkan menjadi kas masjid.

“Oleh karena itu, jika berbelanja di Warung Wakaf, tak hanya dapat harga murah, namun juga bisa berinfak. Karena setiap rupiah dari warung ini, kita niatkan sebagai amal kita,” tambahnya.

Ke depan, warung ini akan disebar  sebanyak 100 unit di pulau Lombok. Sehingga, diharapkan perekonomian masyarakat bisa kembali bangkit. Meski warung ini menjual barang yang relatif murah, namun tidak akan menyaingi warung-warung lain di sekitarnya. Karena, warung wakaf ini, nantinya akan melakukan pembinaan kepada warung-warung kecil, seperti menyuplai barang dengan harga grosir.

Sementara itu, Pihak desa menyambut baik adanya warung wakaf ini. Seperti yang diungkapkan sekretaris desa Guntur Macan, Muhammad Syar’i mengatakan, warung yang berdiri persis di depan masjid Quba yang kini rata dengan tanah ini, merupakan salah satu berkah dari musibah yang ada. Karena, dengan adanya warung yang berbasis wakaf ini, masyarakat tidak akan merasa kesulitan untuk berbelanja. Terlebih beberapa  warung sekitar sudah tidak ada.

“Kita niatkan sama-sama, warung ini akan kita jadikan amal jariah kita. Karena jika kita selalu berbelanja di warung ini, tentu akan mempercepat pembangunan masjid kita,” ungkapnya sembari mengajak masyarakat.

Selain itu, konsep yang ditawarkan ACT ini sangat menarik. Dimana dana wakaf yang selama ini hanya dijadikan tempat ibadah, atau lembaga pendidikan, kini dikelola dengan konsep muamalah. Tentu hal ini menurut Syar’i akan mendatangkan lebih banyak manfaat. Karena akan lebih banyak melibatkan masyarakat lainnya.

Dalam sela pembukaan, Syafi’i bersama keluarga menyempatkan diri untuk berbelanja. Menurutnya, harga yang ditawarkan warung ini sangat terjangkau. Terlebih dengan konsep mini Market yang terkomputerisasi, membuat pelanggan perasa nyaman.

“Barang yang dijual juga sangat bervariasi. Sehingga insyaallah, warung ini akan menjadi pusat ekonomi masyarakat kami,” ungkapnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada ACT dan Global Wakaf, yang memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya untuk mengelola warung wakaf. Karena dia menyadari bahkan, pemberian amanah mengelola harta wakaf tidaklah sembarangan. Sehingga dia berkomitmen untuk terus mempertahankan pengelolaannya dengan baik. Sehingga bisa mendatangkan lebih banyak kemaslahatan untuk masyarakat sekitar warung tersebut. (act/*)