Wartawan Kota Mataram Jalani Tes Cepat Virus Corona

Wartawan Suara NTB bertugas di Pemkot Mataram, M. Kasim alias Cem menjalani tes cepat (rapid test) di RSUD Kota Mataram, Selasa, 14 April 2020. Sejumlah 15 wartawan diambil sampel darah untuk memastikan aman atau tidak terpapar Coronavirus Disease. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 15 wartawan bertugas di Pemkot Mataram menjalani tes cepat (rapid test) kemungkinan terinfeksi virus corona. Pemeriksaan itu memastikan jurnalis sebagai garda terdepan penyebaran informasi Coronavirus Disease atau Covid-19 sehat dan aman.

Pantauan Suara NTB, pengambilan sampel darah dilakukan di tenda depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Satu persatu awak media diklarifikasi riyawat perjalanan serta kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi virus Corona.

Iklan

Wartawan MataramNews, Joko Puspita mengatakan, pemeriksaan kesehatan atau rapid test dinilai sangat bagus. Sebab, jurnalis memiliki resiko tinggi terpapar Coronavirus Disease atau Covid-19. Para awak media menjadi garda depan menyampaikan informasi ke masyarakat tentang persebaran serta jumlah warga yang terpapar.

“Saya kira ini bagus. Karena kita (wartawan,red) memiliki resiko tinggi terpapar Corona,” kata Joko, Selasa, 14 April 2020. Dengan mobilitas tinggi serta interaksi intens dengan narasumber tidak menutup kemungkinan jurnalis terjangkit. Beberapa kasus di daerah lain, rekan jurnalis positif terinfeksi virus Corona.

Perlindungan harus diberikan ke awak media. Tidak saja dari sisi medis, tapi harus dipastikan suplemen tambahan serta alat pelindung diri. “Paling tidak ada suplemen diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh,”ucapnya.

Ali Ma’shun menambahkan, jurnalis memiliki peran penting dalam penyampaian informasi penyebaran Covid-19. Untuk memproduksi berita, para kuli tinta menjadi garda terdepan dan tidak pernah lelah menyampaikan informasi ke masyarakat.

Tes cepat dinilai bagus untuk memastikan bahwa jurnalis bertugas di Kota Mataram aman atau terhindar dari penyebaran Covid-19. “Wartawan memiliki peran menyampaikan informasi ke masyarakat. Mereka harus memastikan diri aman dari Covid-19,”tambahnya.

Kasubag Humas RSUD Kota Mataram, Lalu Hardimun mengatakan, pemeriksaan 15 jurnalis bertugas di Pemkot Mataram berdasarkan instruksi Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Walikota ingin memastikan rekan – rekan jurnalis juga terhindar dari virus Corona. Diketahui, mobilitas serta rekan komunikasinya tidak terbatas. “Rapid test ke  teman – teman jurnalis bertugas di Kota Mataram berdasarkan permintaan Pak Wali,” kata Hardimun.

Tes cepat adalah tahap awal sebelum menentukan apakah dikategorikan pasien dalam pengawasan atau orang dalam pemantauan (ODP). Jika hasil tes reaktif, maka akan dilakukan isolasi. Rata – rata demikian kata Hardimun, jurnalis di Kota Mataram tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemic maupun kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi Corona. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional