Warnet Rawan Dijadikan Lokasi Perjudian

Ilustrasi Warnet (Pxfuel)

Mataram (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja menelisik adanya indikasi rental Play Station (PS) dan warung internet (Warnet) dijadikan lokasi perjudian. Camat dan lurah sepakat melakukan pembinaan terhadap para pengusaha.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati dikonfirmasi, Senin, 24 Februari 2020 menyampaikan, hasil rapat sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa camat akan melakukan pembinaan kepada pengusaha game center dan usaha warnet. Kewenangan pembinaan menjadi tugas dari camat maupun lurah berdasarkan pelimpahan kewenangan yang diberikan kepala daerah.

Iklan

Aparat penegak Perda akan bertindak bilamana aktivitas usaha tersebut sudah tidak terkendali. “Kalau sudah tidak terkendali, Pol PP akan back up untuk penertiban,” jawab Bayu.

Indikasi pelanggaran usaha warnet dan pusat permainan (play station) yakni, tidak mengantongi izin, anak sekolah bolos dan menjadikan tempat bersembunyi, kegiatan negatif seperti mesum, narkoba dan konsumsi minuman beralkohol. Dan, melanggar jam operasional. “Warnet diduga dijadikan tempat mesum,” ucapnya.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dikonfirmasi sebelumnya meminta Satpol PP lebih intensif menggelar razia. Hampir setiap sudut di Kota Mataram, terdapat warnet untuk bermain game online. Hasil inspeksi mendadak (sidak) petugas di handphone remaja ditemukan video porno.

Pemilik warnet semestinya memiliki tanggungjawab moril membantu pemerintah untuk menjaga generasi muda agar tidak terpengaruh oleh konten negatif. “Iya, kita minta Pol PP lebih intensif lagi mengawasi game online,” pintanya.

Selain itu, peran guru dan orangtua penting mengawasi aktivitas anak – anak di sekolah maupun di rumah. Paling tidak mengawasi konten yang ditonton saat berselancar di dunia maya. Pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengawasi aktivitas anak-anak.

Mohan menegaskan, jika pengusaha warnet dan PS tidak kooperatif serta mengikuti aturan dari pemerintah. Pihaknya akan mengambil tindakan tegas. “Bisa kita cabut izinnya,” tegasnya. (cem)