Warga yang Meninggal di TNGR Dievakuasi Sesuai SOP Covid-19

Tim melakukan evakuasi warga yang meninggal di kawasan TNGR, Minggu, 12 April 2020. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Salah seorang warga Dusun Tamparan, Desa Karang Baru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), P (37) ditemukan meninggal di lokasi wisata Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Minggu, 12 April 2020. Korban yang diketahui mengalami gangguan mental, dievakuasi oleh aparat Polsek Bayan.

Berdasarkan rilis yang diterima koran ini, korban berjenis kelamin perempuan itu, dievakuasi oleh Bhabinkamtibmas dan anggota Reskrim Polsek Bayan, pada Minggu pukul 14.30 WITA. Aparat melakukan evakuasi setelah mendapat informasi dari masyarakat. Selain aparat, terlibat 2 petugas TNGR dan 4 relawan masyarakat Desa Senaru.

Iklan

“Aparat kepolisian berhasil melaksanakan kegiatan evakuasi jenazah sekaligus melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) di Taman Nasional Gunung Rinjani di jalur pendakian Senaru di kilometer 5,5 dan 6,5 jalur Senaru, Lombok Utara,” ungkap Kapolres Lombok Utara, AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH.

Dikatakan Kapolres, Tim evakuasi jenazah butuh waktu 3,5 jam untuk sampai ke lokasi ditemukannya jenazah. Tim berangkat dari pintu masuk hutan Jebak Gawah – kilo meter nol jalur Senaru. Medan menanjak, cuaca hujan dan jalan licin, membuat tim harus kerja keras untuk melewati Pos 1 (km 1) dan Pos 2 (km 3,5).

Sekitar pukul 14.00 Wita tim evakuasi jenazah sampai di lokasi tempat jenazah  berada di Kilometer 5,5. Selanjutnya, tim melakukan pembungkusan jenazah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sebanyak 10 kantong plastik digunakan tim untuk membungkus jenazah tersebut.

Jenazah diikat dan diangkat menggunakan sebatang bambu dengan panjang sekitar 3 (tiga)¬† meter. Pada situasi di mana pandemi Covid, Kapolres menekankan agar tim evakuasi menggunakanAPD. Tepat pukul 15.00 Wita, seluruh tim kembali ke pintu hutan Jebak Gawah. Tim baru mencapai lokasi pintu masuk pada pukul 18.30 WITA. Jenazah selanjutnya diangkut oleh ambulans menuju RSUD Lombok Utara untuk keperluan visum et repertum. ¬†“Visum dilakukan untuk mengecek apakah jenazah terjangkit dengan Virus Corona-19,” katanya.

Kapolres menambahkan, usai dilakukan visum pada pukul 20.00 WITA, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada korban. Sementara keluarga korban yang dihubungi mengenali korban berdasarkan ciri ciri yang di miliki. Korban selanjutnya diangkut ke Lombok Timur untuk dimakamkan pada Minggu malam. “Keluarga ikhlas menerima kematian korban dikarenakan korban memiliki riwayat gangguan jiwa yang dibuktikan adanya surat keterangan (kartu kuning) dari RSJ Mataram,” pungkasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here