Warga Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal

Seha (53) korban terseret arus sungai saat dievakuasi menuju kediamannya di Lingkungan Mangge Maci Kelurahan Simpasai, Jumat, 4 Desember 2020.(Suara NTB/Polres Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Upaya pencarian terhadap Seha (53) akhirnya membuahkan hasil. Korban terseret arus sungai itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tepatnya sekitar 3 Km dari lokasi awal ia mandi dan mencuci pakaian.

Paur Subbag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 4 Desember 2020 menyampaikan, perempuan paru baya dengan riwayat penyakit epilepsi tersebut, diketahui terseret arus pagi tadi setelah salah seorang warga terkejut melihat beberapa lembar pakaian, tempat sabun dan sandal yang tidak bertuan di tepi Sungai Mangge Maci.

Temuan itu lantas diinformasikan ke warga sehingga dipastikan bahwa pemilik barang tersebut merupakan Seha. “Hal itu kemudian disampaikan ke Babikamtibmas, lalu dikoordinasikan dengan jajaran Polsek Woja,” ungkapnya.

Atas dugaan korban telah terseret arus sungai, upaya pencarian langsung dilakukan warga bersama aparat, pun melibatkan jajaran Tim SAR dan BPBD.

Berlangsung kurang lebih lima jam, upaya pencarian awal tidak membuah hasil. Namun setelah berlanjut pasca ibadah sholat jumat, korban akhirnya ditemukan tetapi sudah dalam kondisi tak bernyawa. “Korban baru ditemukan sekitar Pukul 13.30 Wita di aliran sungai perbatasan antara Kandai II dan Wawonduru,” ujarnya.

Oleh tim gabungan, korban kemudian dievakuasi ke rumah duka di Lingkungan Mangge Maci Kelurahan Simpasai.

Terkait penyebab awal korban terseret arus, Hujaifah belum berani memastikan. Namun dengan riwayat penyakit yang dimiliki, kuat dugaan korban pingsan lalu tercebur ke sungai hingga terseret arus sepanjang 3 Kilometer. “Karena menurut keterangan keluarga korban memiliki riwayat sakit epilepsi atau ayan. Kemarin malam bahkan korban mendadak pingsan dua kali di rumahnya, tapi beruntung ditolong warga,” pungkasnya. (jun)