Warga Terpapar Stunting, Bupati Lotim Tuding Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) adalah salah satu daerah yang warganya banyak terpapar kasus stunting. Menurut Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy penyebab utama tejadinya kasus stunting ini adalah kasus pernikahan dini. Untuk itu, bupati mengajak masyarakat Lotim untuk memerangi pernikahan dini.

Diakuinya, banyak anak-anak yang masih kelas 2 SMP sudah diajak untuk menikah. Dalam usia seperti itu, ujarnya, tidak mungkin rahim anak-anak yang masih belia siap untuk mengandung. Untuk itu, pihaknya mengingatkan seluruh desa di Lotim bisa membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang Penanganan Stunting. Apalagi, stunting ini adalah masalah masa depan generasi. Jika banyak yang stunting, ujarnya, generasi menjadi tidak bermutu.

Iklan

Selain itu, harapnya, kepala desa harus membuat Perdes tentang Pernikahan Dini. Ketika sudah ada larangan keras di tingkat desa tentang pernikahan dini, maka tidak mungkin akan terjadi. Kasus pernikahan dini ini menurutnya pasti diketahui oleh kepala dusun dan RT yang ada di desa.

Dalam penanganan stunting, ujarnya, dalam waktu dekat tutur bupati akan diadakan Rumah Sakit Gizi Buruk dan Stunting. Rumah sakit ini sudah pernah dilakukan pada era kepemimpinan Bupati Sukiman periode sebelumnya. Di mana warga-warga yang terpapar kasus gizi buruk dikumpulkan jadi satu dalam satu tempat dan diberikan perawatan dan penanganan kesehatan secara insentif.

Menurutnya, bidang kesehatan, adalah salah satu masalah serius yang harus diatensi, terutama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Beberapa indikator untuk peningkatan IPM, seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi perhatian pihaknya. ‘’Buka kulitnya. Kesehatan kita sudah gratiskan masyarakat,’’ terangnya.

Tidak hanya itu, ujarnya, pada masalah pendidikan, banyak ditemukan kasus putus sekolah. Jika perlu, ujarnya, kegiatan belajar bagi yang masih buta aksara harus dilakukan. Bupati juga mengingatkan, agar belajar bagi buta aksara ini diutamakan anak anak dan bukan orang-orang yang sudah tua. ‘’Kegiatan Paket A setara SD, paket B setara SMP dan Paket C setara SMA sederajat ini harus dilakukan lagi. Jika suatu tempat diperlukan SMP, maka adakan satu atap dengan sekolah dasar (SD),” ujarnya.

Sementara upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bupati mengaku, potensi pertanian juga sangat luar biasa. Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini menjadi salah satu yang sangat penting dan bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing desa.

Bupati tidak menginginkan ada aktivitas bisnis di Lotim yang bersifat kapitalis di Lotim. “Saya Sukiman tidak akan perpanjang Iagi izin dari mart-mart itu, jika izinnya berakhir tahun 2020 maka berhenti sampai di situ,” tegasnya. (rus)