Warga Terjangkit DBD Terus Bertambah

Rahmat. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dompu, mulai bermunculan. Seperti misalnya untuk wilayah kerja Puskesmas Rasabou, Huu. Dalam 10 hari terakhir mereka sudah menangani sembilan orang pasien terjangkit DBD. Temuan tersebut masih sangat potensial bertambah di tengah cuaca ekstrem ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Lingkungan (P2PL) Dikes Dompu, Rahmat, Skm, kepada wartawan di kantornya, Senin, 11 Januari 2021 menyampaikan, dari Tanggal 1-5 Januari kemarin tercatat tujuh orang warga terjangkit DBD di Kecamatan Huu. “Dan informasi terbaru setelah tadi saya kotak puskesmas, ada penambahan dua orang lagi,” ungkapnya.

Bertambahnya pasien terjangkit, menurut dia, besar kemungkinan akibat kebersihan lingkungan yang tidak terjaga dengan baik di tengah cuaca ekstrim ini.

Soal dugaan bahwa itu bersumber dari karyawan pendatang PT. STM, Rahmat dengan tegas membantah. Selain karena tidak ada satupun temuan pasien DBD dari perusahaan tersebut, juga tak ada hasil Penelitian Epidemologi (PE) yang sudah membuktikan. “Kita mau PE di PT. STM juga tidak bisa. Karena bagaimana kita mau jadikan mereka sebagai sumber, sementara tidak ada karyawan yang terjangkit DBD di sana,” jelasnya.

Dari sejumlah kasus awal tahun ini, sebagian besar warga yang terjangkit merupakan kalangan anak-anak. Sementara untuk karyawan PT. STM belum ada satupun. Temuan itu, mengindikasikan sumber penularan utama masih dari masyarakat sekitar.

Terkait upaya penangulangan pada beberapa titik temuan kasus DBD, disamping mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat, jajaran puskesmas sudah meminta bantuan anggaran di PT. STM untuk kegiatan fogging fokus. “Alhamdulillah kita sudah dibantu juga untuk anggaran kegiatan fogging fokus. Sementara untuk kasus DBD pada daerah lain memang ada, seperti misalnya di Kilo. Cuman paling dominan untuk DBD ini masih di Kecamatan Woja dan Dompu,” pungkasnya. (jun)