Warga Taman Ayu Ancam Blokir Jalan PLTU Jeranjang

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung mengancam akan melakukan aksi nekat memblokir jalan menuju objek vital, PLTU Jeranjang. Langkah ini bakal diambil jika aspirasi mereka agar dipasangkan PJU tak dikabulkan oleh pihak pemda dan PLN. Warga akan melakukan komunikasi lebih lanjut lagi dengan pihak pemda terkait kepastian pemasangan PJU.

Anggota DPRD Lobar H. L. Muhammad, mengatakan, terkait pemasangan PJU pihaknya akan bicarakan baik-baik dengan pemda terkait solusi yang akan dilakukan. Formulasi PJU ini, jelasnya, perlu dibahas selama dua pekan ke depan. “Kalau tidak ada kejelasan ya kita coba jalan seperti itu (blokir jalan),”tegas Muhammad diamini oleh warga yang ada di daerah setempat.

Iklan

Menurutnya langkah nekat perlu dilakukan agar aspirasi warga bisa didengarkan, sebab sejauh ini warga sudah sering mengeluh melalui media terkait gelapnya kawasan setempat. Kalau didanai dari dana aspirasi, menurutnya untuk tahun ini dana aspirasi akan diarahkan kepada masyarakat. Sedangkan pemasangan PJU diupayakan melalui bantuan PLN dan pemda.

Sementara itu, Kades Taman Ayu terpilih, Tajuddin mengatakan PJU sepanjang jalan Desa Taman Ayu- PLTU Jeranjang kerap kali dikeluhkan, namun pihak PLN maupun Pemkab Lobar seakan tak kunjung merealisasikan aspirasi warga. “Padahal jalur tersebut, selain dipergunakan oleh warga desa setempat. Namun juga kerap dilalui truk pengangkut batu bara milik PLTU Jeranjang dan para karyawan di PLTU,’’ jelas dia.

Diakuinya, adanya saran untuk menggunakan dana desa (DD) tidak pas dilakukan untuk pengadaan PJU. Selain karena ruas jalan yang panjang, kemudian biaya pengadaan yang malah. Hal itu juga menjadi kewenangan antara pemerintah dengan PLN. Terlebih lagi masih banyak program yang dibutuhkan masyarakat untuk pemberdayaan dari DD itu.“Masalah PJU itukan bukan ranah kita, itu hitungan Pemda dengan PLN. Yang kami inginkan wilayah kami terang, kalau kami menunggu di atas kan susah,” keluhnya.

Pemerintah Desa (Pemdes) melihat adanya kurang komunikasi antara Pemkab dengan PLN. Bahkan melibatkan pemerintah desa untuk membahas hal itu.“Kan bisa dibicarakan, ayo dong, ajak kita duduk bareng untuk memecahkan masalah ini,”  harapnya. (her)