Warga Selaparang, Dompu Kesulitan Air Bersih

Dompu (Suara NTB) – Warga Dusun Selaparang, Desa Matua, Dompu, setahun terakhir mengalami kesulitan mendapat air bersih. Air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sangat minim diperoleh masyarakat, dan menimbulkan kesan pendistribusian air tidak dilakukan secara merata.

Amirudin, salah seorang warga yang dikonfirmasi Suara NTB terkait persoalan ini mengungkapkan, kesulitan air bersih yang dihadapi warga sudah berlangsung lama. Terparah kekurangan air bersih ini dialami dalam lima bulan terakhir. Untuk menyiasati itu masyarakat berlomba-lomba membuat penampungan air hujan.

Iklan

“Sudah lama dan ini terjadi hanya di sekitar wilayah ini saja, kalau di wilayah lain alirannya lancar,” ungkapnya saat ditemui di kediamanya, Selasa, 1 November 2016.

Diakuinya, air bersih yang masuk ke pipa warga memang tidak nihil, hanya saja debitnya sangat berkurang. Bahkan untuk satu jeriken air bersih warga melakukan penampungan air bersih dua sampai tiga jam. Selain itu disesalkan pihaknya yakni pembayaran rekening per bulan untuk PDAM tetap dikeluarkan masayarakat.

“Untuk biaya perbulannya tergantung pemakaian, ada yang Rp 25.000 sampai Rp 120.000,” ujarnya.

Sementara itu langkah mengkomunikasikan persoalan ini ke pihak PDAM, telah dilakukan pihaknya bersama tokoh masyarakat. Namun konon tidak pernah ditanggapi serius dan petugas sama sekali tidak menunjukan respon apa-apa. Untuk itu ia mendesak petugas PDAM segera mencarikan jalan keluar persoalan ini.

Sementara itu Kepala PDAM Dompu, Syamsul Huriah, S.Sos., yang berusaha dikonfirmasi Suara NTB di kantornya terkait persoalan ini, tidak berhasil ditemukan. Petugas PDAM yang ditemui beberapa kali hanya mengaku pimpinan tidak ada di tempat. (jun)