Warga Satu Dusun di Lobar Tak Masuk Data Penerima Bantuan

Kepala Desa Babussalam,  M. Zaini (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah korban gempa mendatangi kantor Desa Babussalam, Senin (28/1). Kedatangan warga ke kantor desa untuk mempertanyakan perihal korban gempa di satu dusun di desa itu tak masuk data penerima bantuan. Akibatnya, mereka tak kebagian buku tabungan saat pembagian beberapa hari lalu di kantor desa. Pihak desa pun mengarahkan warga agar mempertanyakan langsung ke pihak Pemda sebab desa sudah mengusulkan semua data korban gempa ke pihak pemda. Warga pun meminta agar dilakukan verifikasi ulang ke daerah setempat.

 Kepala Desa Babussalam M. Zaini yang dikonfirmasi wartawan mengatakan terkait kedatangan warga ke kantor desa dan Dinas Perumahan Permukiman untuk mempertanyakan korban gempa di satu dusun yakni Bremi Karang Dalem Barat tak keluar namanya satupun pada saat pembagian buku tabungan. Diakuinya, hal ini terjadi akibat miskomunikasi terkait pendataan, sehingga ada korban gempa di satu dusun yang tidak terdata sama sekali.

Iklan

Diakui selaku desa dengan jumlah penduduk paling besar di Kecamatan Gerung, akan tetapi jumlah rekening yang diberikan paling kecil. Di satu sisi data korban gempa yang keluar ada yang layak memperoleh bantuan, namun tidak terdata sebagai penerima. Sehingga pihaknya pun membuat usulan baru untuk mengakomodir warga yang belum masuk data tersebut. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemda Lobar terkait solusi apa yang harus dilakukan ke depan supaya persoalan ini tidak meruncing di bawah dan tidak terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Diakuinya, masyarakat berebutan ingin mendapatkan bantuan. Di satu sisi pendataan yang dilakukan di dusun maupun desa harus betul-betul valid. Dalam persoalan ini, jelas dia, ia tak mempersalahkan pemda, namun hal ini harus menjadi agenda untuk perbaikan dan pembenahan.”Kami di desa sudah sangat kewalahan menahan warga, jadi gempa alami itu biasa tapi gempa yang sekarang ini paling berbahaya, karena terjadi gempa sosial ditengah masyarakat,” jelas dia.

Sementara masyarakat sendiri, jelas dia, ada paradigma terkait bantuan jika satu dapat maka semua ingin dapat bantuan. Sedangkan ketika membangun rumahnya sendiri mereka enggan membantu. Hal ini pula jelas dia perlu menjadi perhatian bersama.

 Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman H. L. Winengan mengatakan, terkait warga yang belum masuk dipastikan akan masuk jika datanya valid. Menurutnya persoalan adanya protes tidak masalah. “Tidak masalah ada demo, kami berharap masyarakat dan para tokoh dalam hal ini kades bersabar karena yang ditangani ini tidak sedikit tapi puluhan ribu,”jelas Winengan.

Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman, L Ratnawi menambahan,  pihaknya bersama tim fasilitator yang melakukan pendataan dan verfikasi lagi. Semua warga yang sudah mendapatkan rekening akan divalidasi lagi untuk memastikan benar tidak dengan kondisi riil di lapangan. “Termasuk yang belum terdata dan belum mendapatkan buku tabungan, kalau layak dipastikan dapat bantuan,”jelas Ratnawi. (her)