Warga Sambelia Khawatir Banjir Susulan

Selong (Suara NTB) – Masih tingginya intensitas hujan membuat warga di Sambelia masih was-was. Khawatir terjadi banjir susulan yang lebih besar. Banjir yang mulai menerjang Sambelia tanggal Kamis dini hari lalu telah merusak infrastruktur dan menghanyutkan sejumlah unit rumah penduduk.

Inaq Uswatun salah satu warga Sambelia yang menjadi korban banjir mengaku trauma juga saat rumahnya diterjang  banjir susulan pada dini hari, Sabtu, 11 Februari 2017  lalu. Akibat terjangan banjir ini, tembok belakang rumahnya jebol. Rumah sederhana Inaq Uswatun ini pun kini tidak bisa ditempati untuk sementara waktu.

Iklan

Kepada Suara NTB, Selasa, 14 Februari 2017, Inaq Uswatun alias Aisyah menuturkan sebenarnya sudah ada niat dari anaknya untuk membangun rumahnya dan menembok di belakang yang terlihat paling parah terkena banjir.

Sang anak, katanya, diingatkan agar mengisi kiosnya dulu. Namun, alam berkata lain. Seisi kiosnya pun turut hanyut tidak  bisa terselamatkan.

Saat kejadian sekitar pukul 3.00 dini hari, air besar datang menghantam. Ia pun mengaku kaget dan mencoba menyelamatkan diri. Sekitar 15 menit lamanya, air sungai yang berada di samping rumahnya ini meluap dan menyapu apa saja yang di sekitarnya.   Tidak terkecuali, jembatan utama Desa Sambelia ini dihantam dan opritnya hanyut terbawa arus.

Khawatir terjadi susulan, untuk smentara tiap malam Inaq Uswatun ini mengungsi ke rumah saudaranya. Ia hanya berada siang hari di rumahnya seraya membersihkan sisa-sisa banjir.

Saat itu terlihat di depan rumahnya, aparat pemerintah tengah dalam proses membuat jembatan darurat yang menghubungkan Sambelia dengan desa-desa lainnya. Upaya yang dilakukan pemerintah dinilainya sudah cukup bagus memberikan langkah cepat dan tanggap terhadap bencana.

Danramil Sambelia, Kapten Inf. Muslim menyebut khusus di Sambelia saja, yakni yang rumahnya berada di pinggiran sepanjang sungai Sambelia sudah ada empat unit rumah yang hanyut. Terlihat pula, saat ini sejumlah rumah yang berada di pinggir sungai ini juga terancam.

Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan secara khusus sudah memerintahkan alat berat agar terus mengeruk aliran sungai. Arus sungai diperintahkan bupati melewati lorong bawah jembatan dan diminta tidak mengenai permukiman penduduk.

Khusus di wilayah Sungai Sambelia ini, sejumlah alat berat masih bekerja memperdalam aliran sungai. Perintah bupati, aliran sungai itu lurus dan tidak tersumbat-sumbat yang dapat memicu terjadi luapan yang dapat menghantam rumah penduduk.

Sebelumnya, Kepala Unit Penanganan Pengungsian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Joko Wismoko kepada Suara NTB menguraikan, sesuai tugas pokok dan fungsinya melakukan pendampingan ke pemerintah daerah. Di mana, pelaksana utama penanggulangan bencana adalah pemerintah daerah.

BNPB melakukan pendampingan manajerial penanganan dan siap juga bantuan keuangan. Sesuai amanah UU 24 tahun 2000 tentang penanggulangan bencana. Penilaiannya, upaya yang telah dilakukan Pemkab Lotim selama ini sudah sangat responsif terhadap bencana.  Semua pelayanan dasar sudah terpenuhi dan sudah tertangani dengan baik.

Wilayah Kecamatan Sambelia dikenal sebagai daerah yang langganan. Mengatasi persoalan ini diperlukan upaya untuk memperkuat mitigasi. Pencegahan sejak dini dan tidak kerepotan dalam penanganan setelah bencana terjadi.

‘’Berikan penyadaran kepada masyarakat, arti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Praktik illegal logging harus dihentikan. Jaga keseimbangan alam. Mitigasi tidak saja di areal, tapi di hulu sana menjadi bagian terpenting. Jangan mudah sekali memberikan izin untuk illegal logging,’’ sarannya.

Secara umum, NTB adalah daerah yang memiliki indeks risiko bencana yang sangat tinggi, seperti banjir bandang, gempa dan lainnya, sehingga coba diperkuat oleh pemerintah daerah. ‘’Pascabanjir bandang, dibutuhkan terus kehadiran pemerintah,’’ ujarnya.

Soal besaran kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, saat ini BNPB juga tengah dalam proses menghitung. “Saat ini kita sedang melakukan pendataan untuk nantinya lakukan perbaikan,” ujarnya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here