Warga Rusak Kios Tempat Mangkal Penjambret

Bima (Suara NTB) – Salah satu kios milik Ridwan alias Dewa (36) di perempatan lapangan Paruga Sila, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, dirusak sekelompok warga, Senin (22/8/2016). Lokasi tersebut diduga kuat sebagai tempat berkumpulnya para tersangka pelaku jambret dan tempat pesta miras serta transaksi tramadol.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, bangunan kios yang dibuat dari bedek bambu yang beratapkan seng dan ditinggalkan oleh pemiliknya ini, dirubuhkan rata dengan tanah. Akibat dari pengrusakan tersebut, satu unit lemari kaca rusak parah, serta barang berharga lainnya.

Iklan

Aksi brutal dan spontan tersebut, diketahui seiring maraknya kasus penjambretan di wilayah setempat. Warga mulai geram dengan kasus yang meresahkan ini karena sebelumnya salah seorang pelaku jambret ditangkap di kios tersebut.

Kepala Desa Kananga Kecamatan Bolo, M. Mur, SH, kepada Suara NTB, Senin (22/8/2016) mengaku, tidak mengetahui penyebab aksi pengrusakan tersebut. Ia mengetahui informasi setelah kios tersebut rata dengan tanah.

“Kami belum tahu jelas penyebabnya mengapa kios ini dirusak,” ucapnya.
Akan tetapi, menurut informasi yang dia dapatkan, aksi main hakim sendiri itu, berawal dari kecurigaan warga. Bahwa pelaku jambret kerap mangkal di kios tersebut. Sedangkan pemiliknya juga dicurigai menampung para jambret.

“Tempat ini diduga sebagai tempat mangkalnya para penjambret dan diduga juga menjual obat keras jenis tramadol,” katanya.

Terpisah Kapolsek Bolo, AKP Abdul Khair membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya tidak mampu menghalau warga yang berdatangan karena kalah jumlah. Sebab saat kejadian pengrusakan itu bertepatan dengan tertangkapnya salah seorang pemuda, inisial FR (20), yang diduga melakukan pencurian yang nyaris dihakimi warga, di kompleks pasar Sila.

“Memang benar kejadiannya, sekitar pukul 12.00 Wita siang tadi. Bertetapan saat kita mengevakuasi tersangka dari amukan,” tuturnya.

  Warga Kalampa Serahkan Senpi Rakitan ke Polsek Woha

Terkait penyebab pengrusakan tersebut, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi.

“Hasilnya akan kami sampaikan nanti. Karena saat ini masih dikumpulkan,” pungaksnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here