Warga Rabangodu Pertanyakan Pembangunan Rumah Ibadah

Kota Bima (Suara NTB) – Warga Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima mendatangi kantor Kelurahan setempat, Senin, 22 Agustus 2016. Mereka mempertanyakan dugaan manipulasi tandatangan warga dan Ketua RT, yang mengizinkan pembangunan salah satu rumah ibadah, di RT 03 RW 01 di Kelurahan itu.

Menurut warga, tanda tangan tersebut banyak kejanggalan. Sebab yang tercantum dalam absensi tidak merasa telah menandatangi surat pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Kelurahan tersebut.
“Kami kaget, ternyata akan dibangun rumah ibadah. Padahal sebelumnya tidak ada sosialisasi,” ucap salah seorang warga, Ramlin (45) kepada Suara NTB.

Iklan

Dikatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan dengan pendirian rumah ibadah yang baru ini. Akan tetapi, segala prroses harus berdasarkan mekanisme yang berlaku. Seperti mensosialisasikan dan meminta persetujuan warga setempat.

“Kami tidak ingin dibilang melarang orang untuk mendirikan rumah ibadah. Kami tegaskan tidak melarang. Tapi prosesnya harus diketahui oleh warga,” katanya.

Warga mendatangi Kantor Kelurahan dengan membawa lampiran fotokopi yang diduga dimanipulasi itu, sebagai bukti otentik bahwa warga dan pihak RT tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut. Agar tidak terjadi miskomunikasi sehingga memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami hanya ingin semuanya baik-baik saja. Tanpa ada persoalan kedepannya. Karena selama ini warga tidak mengetahui sama sekali kegiatan yang ada di rumah ibadah ini.

Jika masalah tersebut tidak selesai di tingkat kelurahan, warga berencana akan membawa permasalahan tersebut hingga ke ranah hukum, dengan dugaan mal adminitasrasi, karena warga secara keseluruhan tidak merasa berbuat.

Lurah Rabangodu Selatan Kecamatan Raba, Nurkarimah mengakui surat yang ditanda tangani tersebut merupakan pemberitahuan terkait izin IMB penambahan bangunan rumah ibadah yang dikeluarkan oleh Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin tahun 2011.

  Pantai Pink Bima Tak Kalah dengan Pesona Mandalika

“Surat pemberitahuan saja, bukan ingin mendirikan bangunan baru lagi,” katanya.
Terkait permintaan warga, Lurah akan melakukan pertemuan kembali dengan semua unsur serta pihak terkait yang ada di Kelurahan setempat. Hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dan dilaporkan secara berjenjang, mulai tingkat Kecamatan, hingga Walikota.

“Yang jelas kami akan menindaklankjutinya, mengundang semua unsur agar menemukan solusi,” tuturnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here