Warga Protes Tumpukan Sampah ke LH

Sejumlah warga Turida Barat,Kelurahan Turida mendatangi Kantor DLHKota Mataram, memprotes tumpukan sampah di wilayah mereka. (insert) Dinas Lingkungan Hidup menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah di Lingkungan Turida Barat,Kelurahan Turida pada Senin, 8 Maret 2021. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah warga Lingkungan Turida Barat,Kelurahan Turida,Kecamatan Sandubaya ramai – ramai mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memprotes tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah ilegal, Senin, 8 Maret 2021. Bau menyengat dari tumpukan sampah itu diduga memicu timbulnya penyakit.

Aksi protes warga dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Warga dengan mengenakan kendaraan roda dua dan roda empat mendatangi kantor DLH Kota Mataram. Perwakilan warga diterima langsung oleh Kepala Dinas LH,M.Nazaruddin Fikri. Mereka menuntut agar sampah segera diangkut.

Iklan

Kepala Lingkungan Turida Barat,H.Amin menyampaikan,tumpukan sampah di sanatidak diketahui sumbernya dari mana, padahal kawasan tersebut bukan tempat pembuangan sampah. Dia menduga sampah dibuang oleh warga dari luar.Beberapa kali keluhan disampaikan ke kelurahan secara lisan, namun tidak direspons. “Ada yang pakai mobil dan motor buang sampah disana. Sudah kita sampaikan ke kelurahan tapi ndak direspons,”kata Amin.

Dampak dari tumpukan sampah menimbulkan aroma tidak sedap.Hal ini memicu timbulnya berbagai penyakit. Seperti sebut Amin, lima warganya terserang deman berdarah dengue (DBD),diare dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, warga mendesak agar tumpukan sampah itu segera diangkut. Jika tidak, akses jalan dari dan menuju Turida ke Babakan akan ditutup. “Tadi sudah ada kesepakatan mau diangkut 2×24 jam.Kalau tidak ditindaklanjuti, terpaksa kita tutup jalan di sana,”tegasnya.

Kepala DLH Kota Mataram,M.Nazaruddin Fikri mengklarifikasi bahwa kedatangan warga Turida Barat dan Babakan bukan demo,melainkan menyampaikan aspirasi atau keluhan terkait tumpukan sampah di TPS liar. Ia menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan TPS ilegal sebenarnya menjadi tanggungjawab kecamatan dan kelurahan. Pihaknya hanya pengangkutan sampah di TPS resmi.“Saya sampaikan ke warga kalau ada keluhan disampaikan secara langsung juga secara tertulis,supaya tidak ada penumpukan,”kata Nazaruddin.

Kapasitas LH sambungnya,sebenarnya menangani sampah di TPS legal.Sedangkan,TPS liar bukan tanggungjawabnya. Keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti dan meminta alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut. “Hari ini langsung saya perintahkan alat berat untuk mengangkut sampah di sana,”ucapnya.

Camat Sandubaya, Saharuddin menyampaikan, permasalahan dihadapi adalah sampah kiriman. TPS resmi dan liar banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari luar Kota Mataram,terutama daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah di sekitaran Lombok Barat.“Warga luar Mataram bungkus pakai kresek kemudian buang sampah sembarangan.Ini sebenarnya jadi sumber masalah kita,”kata Sahar.

Dampaknya adalah terjadi penumpukan sampah.Tumpukan sampah ini menjadi pemikiran perlu ditangani dengan cepat.Sahar menawarkan solusi agar masing – masing kecamatan difasilitasi dua armada pengangkut sampah.Minimal mengurangi tumpukan sampah di TPS maupun TPS ilegal.(cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional