Warga Poto Tano Kesulitan Air Bersih

Taliwang (Suara NTB) – Dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Di kecamatan Poto Tano, dua desa sudah meminta bantuan pemerintah agar mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB, dua desa yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih itu, masing-masing desa Tambak Sari dan desa Tuananga. Kedua desa ini memang paling sering mengalami kesulitan air bersih di waktu kemarau seperti sekarang ini.

Iklan

Plt. Kepala Pelaksana BPBD KSB, Drs. H. Hamzah mengatakan, terhadap desa Tambak Sari pihaknya sudah memenuhi permintaannya. BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter setiap harinya dalam lima hari berturut-turut untuk memenuhi kebutuhan warga setempat. “Sekarang kegiatan sudah selesai dan alhamdulillah untuk sementara, kekurangan air bersih di sana bisa teratasi,” katanya kepada wartawan, Senin, 5 September 2016.

Kekurangan air bersih yang dialami warga desa Tambak Sari, dijelaskannya bukan sepenuhnya dipicu kemarau. Tetapi kerusakan mesin pompa pada sumber air yang selama ini diandalkan warga setempat, membuat pasokan air ke desa transmigrasi tersebut sempat macet total sehingga membutuhkan pasokan dari luar. “Kalau kemarau juga sudah terasa dampaknya karena debit air sumber air warga sudah mengalami penurunan. Tapi yang memperparah sehingga harus didrop air karena pompanya rusak. Sekarang sudah bagus, tapi debitnya yang terus berkurang,” sebutnya.

Sementara di desa Tuananga sendiri, BPBD sejauh ini belum memenuhi permintaan bantuan air bersih yang diajukannya. Menurut Hamzah, di desa itu debit air sumber mata airnya sudah menurun drastis sehingga warga kesulitan untuk mendapatkan air. “Kalau di desa ini (Tuananga) memang sumbernya yang sudah mulai langka,” paparnya. Meski demikian, BPBD belum mulai melakukan droping air bersih dikarenakan permintaan jumlah air yang diajukan oleh desa setempat belum disetujui.

  Ribuan Warga Donggo Konsumsi Air Keruh

“Mereka mintanya 30.000 liter tapi saya lihat cukup dengan 20.000 liter saja. Nah ini yang kita sudah tetapkan. Rencananya kita akan drop sama dengan Poto Tano tapi durasinya sampai 10 hari ke depan. Tapi sebelumnya kita akan komunikasikan dengan pihak desa dulu,” ujar Hamzah.

Selanjutnya ia menyampaikan, kekurangan air bersih akibat musim kemarau tahun ini diperkirakan akan sama pada tahun-tahun sebelumnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here